Perlukah Imunisasi Influenza untuk Anak?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Siapa yang tak pernah kena flu? Rasanya flu telah menjadi penyakit “universal” karena sering dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi sistem pernapasan yaitu hidung, tenggorokan dan paru-paru. Ketimbang orang dewasa, anak-anak lebih berisiko terkena flu. Salah satu alasannya karena sistem kekebalan tubuh anak belum sempurna sehingga belum cukup mampu menangkal serangan virus influenza.

Flu sembuh dengan sendirinya, sehingga banyak orangtua yang menganggap bahwa flu bukanlah penyakit berbahaya. Padahal, flu bisa mematikan. Tak hanya membuat hidung meler, demam, dan sakit tenggorokan, virus influenza yang awalnya menginfeksi sistem pernapasan dapat menyebar lebih lanjut dan menimbulkan komplikasi serius, seperti memicu kekambuhan asma, bronkitis (radang saluran pernapasan utama), infeksi telinga, masalah jantung, dan yang paling serius, pneumonia (radang paru-paru). Anak-anak, orang tua yang usianya di atas 65 tahun, wanita hamil, dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan komplikasi-komplikasi tersebut.

Dengan demikian, perlu dilakukan pencegahan tertular virus influenza dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta imunisasi influenza. Imunisasi ini memang tidak termasuk ke dalam imunisasi dasar lengkap bagi anak-anak di Indonesia, dan tak ada anjuran resmi untuk melakukannya. Namun, sejatinya imunisasi influenza diperlukan untuk mencegah flu dan komplikasinya, serta meminimlisir penyebaran virus influenza lebih lanjut terhadap orang-orang orang lain. Terlebih lagi, anak-anak termasuk ke dalam kelompok berisiko tinggi terkena komplikasi flu.

Menurut kebanyakan dokter, anak-anak yang berusia lebih dari 6 bulan sangat dianjurkan untuk menerima imunisasi influenza guna mencegah terjangkit flu berulang-ulang. Orangtua pun tak perlu khawatir mengenai keamanan vaksin yang digunakan. Vaksin flu di Indonesia merupakan vaksin flu dengan kandungan virus yang tidak aktif. Imunisasi diberikan secara suntik dan diberikan setiap tahun pada anak usia enam bulan sampai usia delapan tahun, dalam dua dosis awal. Dosis kedua diberikan dengan jarak 4 minggu setelah dosis pertama. Kemudian, imunisasi influenza diulang satu kali setiap tahun. Virus influenza selalu berubah, dan bahkan setiap tahunnya hampir selalu muncul strain baru. Dengan demikian, vaksin pun akan selalu diperbaharui.

Meski penting sebagai pencegahan, sebagian anak tidak boleh menerima imunisasi influenza. Jika setelah imunisasi influenza anak mengalami rekasi alergi serius, maka imunisasi influenza tidak akan diberikan lagi. Imunisasi influenza juga tidak diberikan pada anak yang pernah menderita sindrom Guillain-Barré (kelumpuhan anggota gerak). Secara umum, imunisasi influenza tidak menimbulkan komplikasi serius, hanya berupa kemerahan di bekas suntikan dan demam ringan. Bila terjadi reaksi yang tak biasa, seperti reaksi alergi, demam sangat tinggi, atau perilaku berubah, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan pertolongan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY