Perlukah Suplemen untuk Berpuasa?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa harusnya menyehatkan lahir-batin. Namun tidak setiap yang menjalaninya akan memetik manfaat itu kalau tidak dipersiapkan. Kondisi tubuh kita masing-masing tidak sama saat memulai berpuasa. Bekal itu pula yang sebetulnya ikut menentukan apakah berpuasa akan berujung menyehatkan, atau sebaliknya, malah berakibat munculnya gangguan kesehatan nantinya.

Suplemen makanan dipercaya membuat orang menjadi lebih sehat dan bugar, meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina. Bahkan tidak sedikit suplemen yang beredar di pasaran mengklaim dapat mencegah hingga menyembuhkan berbagai macam penyakit. Saat Ramadan ini mungkin banyak juga yang mengkonsumsi suplemen dengan keyakinan akan lebih meningkatkan stamina saat berpuasa.

“Suplemen baik pada saat puasa atau tidak dibuthkan saat makanan sehari-hari kita tidak cukup. Kapan? saat seseorang itu kebutuhan gizinya tinggi, misalnya saat hamil menyusui, anak dalam masa pertumbuhan, atlet, olahragawan kan kebutuhannya tinggi,” terang ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes.

Tetapi, bagi pekerja orang kantoran dikatakan Rita bisa kebutuhan gizinya tidak terlalu tinggi dan bisa dipenuhi melalui makanan sehari-hari. Sehingga, suplemen pun tidak diperlukan. Sebaliknya, suplemen dibutuhkan ketika seseorang tidak mampu mendapat makanan yang seimbang dari makanan sehari-hari.

Ditekankan dosen jurusan Gizi Poiliteknik Kesehatan II Jakarta ini, selagi bisa menerapkan gizi seimbang dan kebutuhan gizi sehari-harinya dapat tercukupi, puasa atau tidak suplemen tidak dibutuhkan. Dengan kata lain, suplemen berguna untuk mencukupi zat gizi yang tidak bisa dicukupi.

Pada dasarnya, suplemen dibutuhkan bagi orang-orang dengan kebutuhan gizi tertentu, seperti:

  • Wanita usia subur yang memerlukan tambahan kalsium dan zat besi
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Anak dan remaja dengan kebiasaan makan yang tidak teratur
  • Vegetarian
  • Orang-orang yang menghindari kelompok makanan tertentu
  • Orang dengan gangguan makan atau kondisi medis tertentu, sepertiga strointestinal
  • Orang yang sering makan makanan olahan dan cepat saji (fastfood)

Suplemen makanan berupa vitamin tambahan ternyata tidak perlu diminum saat puasa bila telah mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan. Saat berpuasa, disebutkan Rita orang yang bekerja di pertambangan butuh elektrolit tinggi yang bisa didapat dari sari buah. Jika sulit mendapatkan sari buah, minuman isotonic bisa menjadi alternatif.

“Kita tidak akan butuh suplemen saat mampu mengonsumsi makanan beraneka ragam karena tidak ada zat yang kurang. Kecuali pada kondisi tertentu seperti ibu hamil dan menyusui, karena kebutuhan zat besinya tinggi maka dia perlu suplemen zat besi,” tutup Rita.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY