Pertolongan Pertama pada Anak yang Keracunan Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi tiap individu, namun makanan bisa juga menyebabkan keracunan. Keracunan yang dapat menimpa anak-anak dikarenakan pada usia mereka kegiatan mengeksplore lingkungan adalah kegiatan favorit, jadi apa saja yang ada dihadapannya bisa dilahap begitu saja tanpa mengetahui benda tersebut berbahaya atau tidak. Keracunan makanan biasanya memiliki tanda dan gejala yang khas yakni mual dan muntah secara tiba-tiba, sakit perut, demam disertai keringat yang banyak, diare, dan terdapat darah pada tinja. Mungkin reaksi pertama pada anak setelah keracunan makanan adalah sakit perut dan mual. Apabila kita menjumpai anak-anak dalam keadaan yang buruk setelah keracunan, sebaiknya kita memberikan pertolongan pertama.

Hal-hal yang dapat dilakukan pertama kali untuk membantu di saat anak menampakkan gejala-gejala keracunan yakni :

  1. Bantu Anak memuntahkan makanan

Sebagai orang pertama yang menjumpai anak keracunan adalah memeriksa bahan yang sebelumnya dimakan, kemudian bantu anak untuk memuntahkan isi perut.  Hal ini dapat dilakukan segera setelah kita mengetahui bahwa anak telah memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.

Ada beberapa cara agar anak dapat memuntahkan isi perutnya yakni dengan menyentuh areat tengkuk anak atau mencoba memasukkan ujung jari telunjuk ke pangkal tenggorokan, cara ini biasanya terbukti ampuh untuk membuat anak memuntahkan isi perutnya karena bagian pangkal tenggorokan sangat sensitif. Cara kedua bisa mencoba meminumkan putih telur yang masih mentah, bau amis yang ada disebabkan oleh putih telur dapat merangsang anak untuk muntah.

  1. Posisikan Anak dengan benar

Setelah anak berhasil dirangsang untuk memuntahkan isi perutnya, selanjutnya anak diposisikan berbaring untuk memudahkan cairan keluar. Atau bisa juga saat anak berdiri dengan kepala dimiringkan, badannya dibungkukkan agar saluran napasnya tidak terhalang dan memudahkan cairan keluar.

  1. Monitor suhu tubuh Anak

Gejala keracunan yang lain adalah naiknya suhu tubuh secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan waktu saat anak keracunan agak lama dan belum mendapatkan pertolongan medis, kemungkinan suhu tubuh anak akan terus dalam ambang tinggi. Setelah kita mengetahui suhu tubuh anak yang tinggi, seharusnya kita memberikan kompres hangat kepadanya.

  1. Jangan berikan makanan

Anak-anak yang mengalami keracunan makanan sebaiknya dihindari untuk memberinya makan untuk beberapa saat sebelum ditangani oleh petugas medis. Memberikan makanan sesaat setelah anak keracunan akan menyebabkan kerja lambung meningkat dan akan menyebabkan komplikasi yang lain yakni diare.

  1. Berikan oralit

Oralit adalah minuman yang berasal dari campuran air, teh atau gula dan garam. Minuman campuran ini berguna untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare. Sangat mudah untuk membuatnya di rumah karena bahan-bahannya mudah untuk didapatkan.

Setelah kita melakukan pertolongan pertama pada anak yang mengalami keracunan, apabila kondisinya tidak membaik dalam jangka waktu 12 jam, segeralah bawa anak ke dokter atau klinik kesehatan terdekat. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here