Perubahan Kulit Payudara Seperti Kulit Jeruk

SehatFresh.com РKurangnya pemahaman gejala dan risiko kanker payudara menyebabkan kebanyakan pasien baru melakukan pemeriksaan setelah penyakit menjadi parah. Padahal, deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker payudara. Itulah mengapa ada kampanye pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Selama melakukan pemeriksaan payudara sendiri, Anda benar-benar harus jeli terhadap perubahan bentuk dan ukuran payudara serta perubahan pada puting. Penting juga untuk memperhatikan penampilan kulit payudara. Pasalnya, perubahan ketebalan dan warna kulit payudara juga bisa menjadi tanda-tanda kanker payudara.

Jika kulit payudara menjadi tidak rata memiliki tekstur yang mirip dengan kulit jeruk, itu bisa menjadi tanda kanker payudara inflamasi. Ada beberapa alasan yang membuat kondisi kulit payudara seperti demikian. Bagaimanapun, jika mendapati adanya perubahan pada payudara, segera periksakan agar diketahui penyebab pastinya.

Nekrosis lemak yang tidak ada hubungannya dengan kanker payudara juga dapat menyebabkan kulit payudara menjadi berlekuk dan tidak rata. Terkadang, jaringan lemak di payudara bisa rusak dan mati. Ini mengakibatkan timbulnya benjolan yang seringkali dikira tumor. Jika nekrosis lemak berkembang di dekat permukaan, mungkin membuat tampilan permukaan kulit payudara menjadi berlubang atau berlekuk. Untungnya, nekrosis lemak tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, evaluasi medis tetap diperlukan.

Terkait kanker, kulit payudara yang berubah menjadi berlekuk dan tidak rata, kemungkinannya adalah tanda kanker payudara inflamasi. Kanker payudara inflamasi jarang terjadi tapi membahayakan. Bentuk kanker ini menyebabkan penyumbatan pembuluh getah bening di kulit. Pembuluh tersebut mengangkut getah dari jaringan seluruh tubuh ke aliran darah, yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

Jika perubahan kulit payudara disebabkan oleh kanker payudara inflamasi, Anda mungkin juga mengalami gejala di mana payudara yang terkena membengkak, terasa hangat, nyeri dan mengalami sensasi terbakar. Terkadang, gejala kanker payudara inflamasi menjadi membingungkan karena mirip dengan infeksi payudara yang disebut mastitis. Mastitis umum terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Namun, gejala mastitis yang mirip gejala awal kanker payudara inflamasi bisa mengindikasikan kanker jika gejala tidak membaik setelah pengobatan antibiotik atau gejala memburuk sangat cepat.

Seperti kebanyakan bentuk kanker payudara lainnya, harapan hidup pasien kanker payudara inflamasi semakin tinggi jika terdeteksi dan diobati dini. Penundaan dalam diagnosis kanker payudara inflamasi bisa sangat berbahaya karena sel kanker dapat tumbuh dan menyebar begitu cepat. Itulah mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur dan segera memeriksakan ke dokter jika ditemukan adanya perubahan yang mencurigakan pada payudara Anda.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY