Perubahan yang Terjadi pada Payudara Pasca Menyusui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menyusui merupakan salah satu cara terbaik guna menciptakan ikatan batin antara ibu dengan anak. Terlebih kandungan mineral, nutrisi, dan vitamin dalam ASI sangat baik bagi bayi. Hanya saja banyak di antara wanita, yang khawatir mengalami perubahan bentuk dan ukuran payudara setelah menyusui.

Perubahan bentuk dan ukuran payudara pasca menyusui

Ukuran dan bentuk payudara wanita akan terus berubah seiring berjalannya waktu, tidak terkecuali pada masa kehamilan dan menyusui. Berubahnya bentuk dan ukuran payudara akan dipengaruhi oleh seberapa banyak jaringan lemak. Wanita selama fase menyusui, jaringan pada payudara akan berubah lebih padat.

Namun setelah masa menyusui, payudara tidak lagi memproduksi ASI. Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan pada jaringan ikat dan jaringan lemak pada payudara. Bisa saja payudara wanita akan berubah ke ukuran dan bentuk awal, setelah fase menyusui berakhir.

Air susu bisa menyebabkan jaringan dan kulit pada payudara wanita meregang. Alhasil kondisi tersebut bisa mengakibatkan payudara terlihat kendor, ketika tidak lagi menyusui. Meskipun akan mengubah penampilan, namun keadaan ini tidak membahayakan kesehatan wanita.

Apakah menyusui bisa mengakibatkan payudara berbentuk aneh atau cacat?

Salah satu penyebab payudara wanita berbentuk agak aneh setelah tidak lagi menyusui, mungkin saja diakibatkan pembengkakan karena terlalu banyak menampung air susu. Setiap keriput atau lekukan pada payudara, bisa menjadi tanda munculnya benjolan di bawah kulit. Alangkah baiknya segera menghubungi dokter, apabila wanita mendapatkan adanya benjolan pada payudara.

Apakah menyusui bisa mengakibatkan bentuk payudara tidak simetris?

Pembesaran serta mengecilnya payudara selama dan setelah fase menyusui, bisa mengakibatkan perubahan bentuk. Namun banyak perempuan yang memang telah mempunyai payudara tidak simetris, sebelum hamil dan sebelum menyusui.

Hal lain yang mungkin saja terjadi adalah salah satu payudara kembali ke bentuk awal, namun payudara lainnya tetap besar. Itulah yang menyebabkan setelah kehamilan dan menyusui, sebagian perempuan akhirnya mempunyai payudara yang tidak simetris.

Perlukah melakukan pemeriksaan payudara setelah menyusui?

Meski perubahan payudara setelah menyusui tidak membahayakan, namun tidak ada salahnya jika wanita ingin melakukan pemeriksaan medis. Pemeriksaan justru bermanfaat karena bisa mendeteksi secara dini, mungkin saja adanya benjolan di payudara.

Wanita bisa memeriksakan payudara setiap tiga bulan sekali, setelah tidak menyusui lagi. Namun tidak perlu menunggu hingga tiga bulan, apabila menemukan benjolan yang aneh pada payudara atau keluarnya cairan yang tidak normal dari puting susu.

Setelah dipastikan tidak ada situasi berbahaya pada payudara pasca menyusui, wanita bisa memeriksakan keadaan payudaranya satu tahun sekali atau kapanpun bila menemukan adanya gejala-gejala yang tidak sehat. Dukungan dari suami juga diperlukan agar istri semakin bersemangat dalam merawat kesehatan payudaranya. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here