Pielonefritis Akut Dan Kehamilan

SehatFresh.com – Kelahiran bayi prematur (pada 28-36 minggu kehamilan) bisa terjadi karena berbagai faktor. Satu diantara berbagai penyebabnya adalah karena adanya infeksi yang menyertai kehamilan. Salah satunya, infeksi yang disebut pielonefritis. Pielonefritis selama kehamilan seringkali menjadi penyebab utama persalinan prematur, yang menempatkan bayi pada risiko tinggi terhadap komplikasi yang serius dan bahkan kematian.

Pielonefritis akut adalah infeksi bakteri pada ginjal. Dalam kebanyakan kasus, infeksi awalnya berkembang di saluran kemih bawah.  Jika tidak didiagnosis dan diobati dengan benar, infeksi dapat menyebar dari uretra dan daerah genital ke kandung kemih dan kemudian ke salah satu atau kedua ginjal. Wanita hamil lebih mungkin untuk mengembangkan pielonefritis daripada wanita yang tidak hamil. Hal ini disebabkan perubahan fisiologis selama kehamilan yang dapat mengganggu aliran urin.

Normalnya, ureter mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih dan mengeluarkannya dari tubuh melalui uretra. Selama kehamilan, konsentrasi tinggi hormon progesteron dapat menghambat kontraksi saluran drainase tersebut. Kondisi rahim yang semakin membesar selama kehamilan juga dapat memampatkan ureter.

Perubahan fisiologis tersebut dapat menyebabkan masalah pengaliran urin dari ginjal, sehingga menyebabkan urin untuk tetap “menggenang”. Akibatnya, bakteri dalam kandung kemih dapat bermigrasi ke ginjal bukannya disaring keluar dari sistem. Hal ini bisa menyebabkan infeksi. Bakteri escherichia coli (E. coli) adalah bakteri penyebab yang paling umum. Bakteri lain, seperti klebsiella pneumoniae, spesies proteus, dan staphylococcus juga dapat menyebabkan infeksi ginjal.

Biasanya, gejala pertama pielonefritis adalah demam tinggi, merinding, dan nyeri di kedua sisi punggung bawah. Dalam beberapa kasus, infeksi ini menyebabkan mual dan muntah. Gejala kencing juga umum terjadi seperti urgensi (dorongan untuk segera buang air kecil), disuria (nyeri buang air kecil) dan hematuria (darah dalam urin)

Pielonefritis telah dikaitkan dengan berbagai masalah serius. Infeksi ini dapat menyebabkan infeksi bakteri di dalam aliran darah yang disebut sepsis. Hal ini kemudian dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh dan menyebabkan kondisi serius yang memerlukan perawatan darurat. Pielonefritis yang tidak diobati juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut akibat cairan yang menumpuk di paru-paru.

Penanganan yang tepat dapat membantu meminimalisir risiko komplikasi akibat infeksi. Infeksi pielonefritis umumnya diobati dengan antibiotik. Dalam kondisi yang parah, ibu hamil mungkin perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY