Pijat Urut yang Aman Bagi Ibu Hamil

www.friso.co.id

SehatFresh.com – Kehamilan tentunya merupakan masa yang paling berharga bagi wanita. Akan tetapi, perubahan tubuh yang menyertai kehamilan menimbulkan keluhan-keluhan dan ketidaknyamanan. Berat badan yang semakin bertambah membuat ibu hamil sulit bertahan pada posisi duduk atau berdiri terlalu lama, sehingga tubuh menjadi pegal-pegal. Selain itu, banyak juga ibu hamil yang mengeluhkan nyeri punggung sehingga aktivitas harian pun terganggu. Membayangkan tubuh dipijat untuk menghilangkan pegal dan nyeri tentu rasanya akan sangat menyenangkan sekali. Tapi, amankah pijat untuk ibu hamil?

Pijat umumnya dianggap sebagai bagian dari pengobatan komplementer dan alternatif. Saat ini, pijat sering ditawarkan bersama dengan pengobatan standar untuk berbagai kondisi medis dan situasi. Ada asumsi di masyarakat bahwa pijat berbahaya bagi kehamilan. Terapi pijat kehamilan dapat menjadi bahan yang sangat berperan dalam perawatan prenatal. Pada dasarnya, pijat sangat bermanfaat bagi kehamilan, terutama meredakan nyeri dan mengurangi tingkat stres. Akan tetapi, banyak dokter yang tidak menyarankan atau bahkan melarang hal ini. Tentunya, ini bukan tanpa alasan.

Menurut berbagai referensi, pijat boleh dilakukan di bagian tubuh selain perut, pinggang, pinggul, dan telapak kaki. Pasalnya, bagian-bagian tersebut rentan dengan kontak langsung terhadap janin dalam rahim, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan kecacatan pada bentuk fisik dan dampak yang paling berbahaya ialah kematian janin. Pada telapak kaki bagian bawah, terdapat banyak pembuluh saraf dan pembuluh darah, sehingga bila dipijat berpotensi menyebabkan kontraksi. Area pijat yang dianggap aman bagi ibu hamil adalah anggota tubuh yang bergerak, yaitu tangan, kaki (betis dan paha), leher, dan punggung.

Selain itu, usia kehamilan juga berpengaruh pada keamanan pijat selama kejamilan. Pada trimester awal kehamilan, janin masih sangat rentan mengalami keguguran. Oleh karenanya, pijat sangat tidak disarankan pada periode ini. Pijat ibu hamil akan aman jika dilakukan pada saat usia kehamilan trimester dua akhir dan trimester tiga, di mana janin sudah semakin kuat.

Berikut adalah catatan penting lainnya mengenai keamanan pijat bagi ibu hamil:

  • Pijat ibu hamil sangat aman apabila dilakukan oleh ahlinya. Pemijatan tidak harus dilakukan di tempat khusus. Pijat juga bisa dilakukan di rumah asalkan terapis yang memberi pijatan adalah orang yang berpengalaman serta tahu aturan pijat kehamilan yang benar.
  • Pilih lotion atau minyak yang tidak mengandung pewangi dan tanyakan juga mengenai keamanannya. Beberapa minyak aromaterapi dapat merangsang kontraksi rahim atau memicu reaksi alergi.
  • Pijat pada bagian perut yang bertujuan membenarkan posisi janin yang sungsang hanya boleh dilakukan setelah memenuhi indikasi dan syarat-syarat tertentu. Pijat untuk tujuan ini harus oleh tenaga ahli dan berpengalaman serta tersedia peralatan monitoring yang memadai.
  • Biasanya pijat berlangsung dari 10 sampai 90 menit, tergantung pada jenis pijat dan berapa banyak waktu yang Anda miliki. Terlepas dari bagian mana yang dipijat, Anda seharusnya merasa tenang dan santai selama dan setelah pijat. Jika pijatan terlalu keras, mintalah terapis untuk memberikan pijatan yang lebih ringan. Jika pijatan dirasa menimbulkan kontraksi, segera hentikan.
  • Sebaiknya, ibu hamil berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan mengenai manfaat dan risiko dari pijat. Mintalah petunjuk area mana yang boleh dan tidak boleh dipijat, mengingat kondisi tubuh setiap ibu hamil tidaklah sama. Dokter juga mungkin dapat memberikan arahan bagaimana melakukan self-massage atau bagaimana cara melakukan pijat aman di rumah oleh pasangan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY