Pilihan Persalinan pada Janin Sungsang

blogspot.com

SehatFresh.com – Setiap wanita yang tengah mengandung pastinya ingin memiliki janin dan kandungan yang sehat serta normal. Terkadang pada trimester ketiiga, rasa khawatir sering kali muncul lebih tinggi dari biasanya. Mekipun tak semua wanita merasakan hal seperti ini, kebanyakan wanita akan memikirkan bagaimana mereka akan melahiran nantinya.

Apalagi ada beberapa kondisi janin yang berada dalam posisi sungsang. Hal ini tentu akan meningkatkan kekhawatiran dari calon ibu yang tengah mengandung. Umumnya ibu hamil akan merasa tidak nyaman di bawah tulang iga, sering sesak napas dan merasakan tendangan tepat di kandung kemih.

Jika ini merupakan kehamilan pertama, maka kemungkinan saat menginjak usia 36 minggu akan kembali ke posisi normal. Hanya sekitar 3% kondisi janin sungsang bertahan hingga menjelang persalinan.

Meski tidak diketahui dengan pasti alasan janin sungsang hingga persalinan, namun diketahui beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi tersebut. Contohnya kehamilan prematur, jumlah cairan ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, Bila terlalu banyak membuat janin labil dalam perut, jika terlalu sedikit juga menyulitkan janin untuk berputar. Kehamilan janin kembar dua atau lebih, bentuk rahim tidak normal atau mengalami pertumbuhan abnormal, atau plasenta menutupi jalan rahim (placenta previa) juga dapat menjadi faktor janin menjadi sungsang. Selain itu, sebagian janin dengan kelainan bawaan juga kemungkinan dalam kondisi sungsang menjelang lahir.

Selain itu, panggul ibu yang sempit juga dapat menjadi salah satu faktor. Panggul yang sempit menyulitkan saat kepala janin hendak masuk ke posisi lahir normal, sehingga saat ia bergerak lagi, posisi bisa berputar dan menyebabkan bokong berada di bawah. Terlilit tali pusat juga bisa membuat janin menjadi sungsang, karena terlilit, menyebabkan janin sulit untuk berputar sehingga posisi kepala tetap di bawah. Adanya tumor jinak pada rahim (mioma) juga bisa menjadi faktor. Sebab, letak tumor pada rahim dapat menghambat pergerakan bayi di dalam rahim.

Jika hal tersebut terjadi, maka pilihan kelahiran yang lebih baik ialah dengan proses oprasi caesar. Melahirkan janin sungsang secara caesar akan memberi waktu perencanaan yang lebih panjang, sehingga memungkinkan ibu hamil lebih siap. Proses operasi caesar untuk janin sungsang kemungkinan tidak jauh berbeda dengan operasi caesar pada umumnya. Hanya saja, dokter akan mengeluarkan kaki atau bokong bayi terlebih dahulu sebelum kepala.

Meski demikan melahirkan secara caesar memiliki berbagai risiko seperti infeksi, pendarahan maupun cedera pada organ dalam. Sebagaimana operasi besar lain, caesar  yang menggunakan anastesi kemungkinan dapat menyebabkan gangguan pada sebagian orang.

Selain itu, tindakan caesar juga dapat berpengaruh pada kehamilan selanjutnya, seperti gangguan penanaman plasenta pada dinding uterus atau robekan dinding rahim. Risiko ini semakin meningkat, jika  operasi caesar semakin sering dilakukan.

Beberapa kondisi janin sungsang yang kemungkinan besar disarankan untuk persalinan caesar, di antaranya yaitu kaki bayi dibagian bawah bokongnya (posisi bersimpuh) atau posisi berlutut, bayi kembar atau yang salah satu bayi dalam posisi sungsang.

Selain itu, persalinan caesar juga akan dilakukan jika perkiraan bayi lebih dari empat kilogram atau kurang dari dua kilogram, pernah melahirkan secara caesar dengan panggul yang tergolong kecil, posisi plasenta terlalu rendah, kondisi pra-eklampsia, dan kondisi berbahaya lain.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY