Plus Minus Kafein Untuk Kesehatan

SehatFresh.com – Banyak orang tidak bisa memulai kegiatannya tanpa meminum kopi di pagi hari agar lebih bersemangat menjalani hari. Alasan kopi membuat lebih bersemangat adalah efek kafeinnya terhadap otak. Namun, kafein tidak hanya berasal dari kopi. Secangkir teh atau sebatang cokelat juga ternyata memiliki kandungan kafein. Kafein juga banyak digunakan dalam obat-obatan tertentu.

Kafein menimbulkan reaksi berbeda pada setiap orang. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Kandungan kafein dalam secangkir kopi tergantung dari jenis biji kopi dan bagaimana proses pengolahannya. Rata-rata satu cangkir kopi mengandung hampir 100 mg kafein. Sementara itu, teh mengandung sekitar setengah dari kafein dalam kopi. Tiga cangkir kopi per hari merupakan batasan yang dianggap aman. Sedangkan, asupan kafein untuk wanita hamil disarankan tidak melebihi satu cangkir kopi per hari.

Sejumlah penelitian dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kafein. Kafein memiliki manfaat dan risiko bagi kesehatan. Dari segi manfaatnya, kafein ini bermanfaat untuk :

  • Meningkatkan metabolisme tubuh

Kafein yang ditemukan dalam kopi diyakini para ahli dapat merangsang metabolisme tubuh orang dengan berat badan normal. Sedangkan pada orang yang mengalami obesitas, mereka mengalami oksidasi lemak yang lebih besar. Terkait hal ini, para peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah yang sesuai, dapat memberikan manfaat bagi mereka yang sedang dalam program untuk menurunkan berat badan.

  • Menurunkan risiko diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi lebih kecil kemungkinannya untuk terkena diabetes tipe 2. Pada Januari 2012, hasil penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of Agricultural & Food Chemistry” menjelaskan bahwa efek senyawa yang terkandung dalam kopi akan menghalangi hIAPP, polipeptida yang dapat menghasilkan serat protein abnormal, yang mana protein tersebut ditemukan pada penderita diabetes tipe 2.

  • Meningkatkan daya ingat

Dalam sebuah studi tahun 2005 yang dipresentasikan pada Radiological Society of North America, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi berkafein dapat meningkatkan memori jangka pendek dan kecepatan reaksi otak.

  • Melindungi dari penyakit Parkinson

Manfaat ini terkait dengan kinerja kafein dengan reseptor adenosin pada otak. Bagian otak yang terkena efek penyakit Parkinson, ditemukan terdapat banyak reseptor tersebut. Kafein diyakini dapat memberi efek perlindungan dengan menghambar reseptor tersebut. Hasil penelitian dari “Journal of American Medical Association” pada tahun 2000, menyebutkan bahwa konsumsi kafein dapat menurunkan risiko penyakit Parkinson.

  • Meningkatkan kemampuan olahraga

Dalam sebuah penelitian, para pesepeda yang menjadi partisipannya melaporkan bahwa satu jam latihan yang mereka jalani jauh lebih menyenangkan dan tidak menyulitkan setelah mereka mengonsumsi kopi berkafein dibandingkan plasebo. Kafein juga dipercaya dapat meningkatkan performa atletik.

Kendati demikian, kafein juga dapat berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Akibat yang ditimbulkan antara lain:

  • Perubahan kardiovaskular

Kafein berdampak langsung terhadap detak jantung Anda. Detak jantung mungkin menjadi tidak teratur atau cepat bila asupan kafein melampaui batas aman bagi tubuh . Perubahan ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti serangan jantung bahkan kematian. Pernapasan juga mungkin menjadi lebih sulit terkait dengan asupan kafein yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah, yang membatasi aliran darah ke organ vital. Jika aliran darah ke otak terganggu, Anda mungkin mengalami kejang-kejang. Karena semua efek samping kardiovaskular ini mengancam jiwa, perawatan medis darurat mutlak diperlukan.

  • Meningkatkan risiko osteoporosis

Kafein dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak kalsium melalui urin. Hal ini dapat memicu osteopororis. Tubuh kehilangan sekitar 5mg kalsium tiap mengonsumsi satu cangkir kopi berukuran sekitar 180 ml. Terutama bila tubuh tidak mendapat asupan kalsium yang cukup.

  • Masalah pencernaan

Terlalu banyak kafein juga dapat memengaruhi perut dan sistem pencernaan. Mual biasanya menjadi salah satu gejala saluran pencernaan pertama terkait asupan kafein berlebih. Muntah dan diare juga mungkin menyertainya. Dehidrasi akibat muntah dan diare menjadi mungkin jika Anda tidak minum cairan tambahan. Kemungkinan dehidrasi meningkat karena kafein adalah diuretik, yang berarti dapat membersihkan tubuh dari cairan melalui peningkatan buang air kecil. Ketika Anda mengalami dehidrasi, Anda cenderung menjadi sangat haus.

  • Kecanduan

Efek samping lain dari asupan kafein adalah kecanduan. Kafein terkait dengan produksi adrenalin dan dopamin, yang mana keduanya memberi efek kesenangan pada otak. Seiring dengan proses kafein dimetabolisme, hal tersebut menyebabkan kelelahan, depresi dan keinginan untuk dosis lain. Siklus asupan kafein berulang disebut caffeinism, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenal. Ketika kadar kafein berkurang, pembuluh darah membesar menyebabkan sakit kepala karena darah berlebih mengalir ke otak. Anda juga mungkin mengalami rasa kantuk dan mood menjadi tidak stabil ketika jauh dari cangkir kopi Anda.

Anak-anak juga tidak luput dari asupan kafein, seperti dari the, minuman soda dan cokelat. Orang tua harus cermat mengamati asupan kafein pada anak agar tidak berlebihan sehingga terhindar dari efek yang merugikan. Untuk anak di bawah 12 tahun, Health Canada merekomendasikan asupan kafein per hari tidak melebihi 2,5 mg per kilogram berat badan anak. Hal ini berarti asupan kafein per hari pada anak tidak lebih dari 45 mg (usia 4–6 tahun), 62,5 mg (usia7–9 tahun) dan 85 mg (usia 10-12 tahun). Asupan kafein berlebih dapat menyebabkan tremor otot, gangguan pencernaan, detak jantung yang cepat, gugup dan masalah tidur.

Sumber gambar : tempatmakanmana.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY