Plus Minus Makan Telur Setengah Matang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang yang lebih suka mengonsumsi telur setengah matang. Tidak hanya sekedar preferensi, banyak pula masyarakat awam yang mengganggap telur setengah matang baik untuk stamina. Tapi, bagaimana secara medis? Apakah telur setengah matang itu sehat?

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi berkat kandungan asam aminonya yang lengkap. Di dalamnya juga terkandung vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin D, kalsium, riboflavin, zinc, zat besi, selenium dan magnesium. Semua nutrisi tersebut dapat diperoleh tubuh secara maksimal jika telur diolah secara tepat.

Cara pengolahan dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam telur. Telur rebus lebih sehat daripada telur goreng. Memasak telur setengah matang dapat mengurangi kandungan nutrisi telur yang terbuang saat proses memasak. Selain itu, telur juga lebih sehat jika bagian kuningnya tidak terlalu matang.

Kuning telur mengandung kolesterol yang tinggi. Jika terkena panas, kolesterol tersebut dapat bergabung dengan oksigen, dan membentuk zat baru yang disebut oxysterols. Zat ini dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Di dalam kuning telur juga terkandung zat besi, kalsium, zinc, serta vitamin A yang mencakup dua antioksidan karotenoid, yakni lutein dan zeaxanthin, yang berperan penting menjaga kesehatan mata. Lutein dan zeaxanthin sensitif terhadap panas. Kesimpulannya, nutrisi telur akan lebih terjaga jika telur dimasak sebentar.

Di sisi lain mengonsumsi telur setengah matang membawa risiko bagi kesehatan. Telur mentah, meskipun cangkangnya tidak retak, rentan terkontaminasi bakteri Salmonella yang bisa berasal dari kotoran unggas. Telur juga dapat terkontaminasi Salmonella bahkan sebelum sebelum cangkangnya terbentuk di dalam tubuh unggas.

Infeksi Salmonella dapat menyebabkan mual, muntah, demam, sakit kepala, dan diare. Gejala umumnya berlangsung 2-7 hari. Sedangkan diare bisa berlangsung hingga 10 hari, dan mungkin butuh waktu beberapa bulan bagi pencernaan untuk kembali normal. Infeksi ini biasanya tidak memicu komplikasi serius pada orang dewasa yang sehat. Namun, pada kelompok orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah (bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita AIDS, dan penerima transplantasi organ), infeksi Salmonella dapat menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa.

Dengan demikian, sebaiknya telur dimasak hingga padat dan matang. Rebuslah telur setidaknya 5 menit dalam air mendidih. Jika digoreng, masak telur 2-3 menit di setiap sisinya. Jangan beli telur yang cangkangnya retak. Sebelum memasak telur, pastikan Anda telah mencuci tangan dan alat masak yang digunakan terjaga kebersihannya. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here