Plus Minus Pembalut Kain

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi wanita, pembalut seperti benda wajib yang perlu dibawa hampir setiap hari. Tak heran mengingat keberadaannya penting untuk mencegah darah haid tembus atau berjaga-jaga bila tiba-tiba ‘datang bulan’. Selain jenis plastik atau kertas, pembalut wanita juga ada yang berbahan kain yang mulai kembali banyak disukai. Nah, sebelum Anda menentukan untuk mulai atau meneruskan mengenakannya, kenali dahulu kelebihan dan kekurangan pembalut kain.

Dahulu, banyak cara untuk menahan darah dari area Miss V. Pada abad ke-10, sejarah mencatat banyak benda yang dapat digunakan, seperti celemek atau potongan kain. Awalnya, pembalut wanita bersifat permanen. Seiring perkembangan zaman, maka muncul pembalut berbahan kain yang diikuti oleh pembalut sekali pakai berbahan plastik atau kertas. Pembalut sekali pakai memulai perkembangan di tahun 1980-an sampai sekarang. Kini, pembalut berbahan kain kembali banyak dilirik oleh kaum hawa.

Sebenarnya, ada kelebihan dan kekurangan pembalut berbahan kain seperti di bawah ini:

Plus:

  • Dipakai ulang. Pembalut kain bisa dipakai berulang kali. Yang penting, pembalut kain harus dicuci dengan bersih setelah selesai dipakai. Selain itu, jangan menunggu terlalu lama untuk menggantinya. Dalam sebuah penelitian, pembalut yang bersentuhan langsung dengan kulit Miss V ternyata mengandung 107 bakteri berbahaya dalam setiap 1 cm². Hal ini akan menyebabkan perkembangan bakteri atau virus sehingga menimbulkan potensi berbagai penyakit, misalnya kanker serviks.
  • Hemat biaya. Karena bisa dipakai berulang kali, penggunaan pembalut dari kain tentu saja lebih hemat biaya.
  • Keamanan jangka panjang. Dari segi keamanan, pembalut kain lebih bersifat jangka panjang. Pembalut kain cenderung aman untuk kesehatan organ reproduksi karena tidak mengandung zat pemutih atau berbahaya lainnya. Banyak wanita yang mengeluhkan alergi menggunakan pembalut biasa. Hal ini karena adanya sisa zat-zat kimia pada pembalut biasa yang bahan bakunya terbuat dari kertas koran, kardus, pulp, yang kemudian disterilkan dan diputihkan dengan bahan kimia.
  • Ramah lingkungan. Pembalut wanita yang terbuat dari kain bisa mengurangi limbah kertas atau plastik yang biasanya dihasilkan dari pemakaian pembalut wanita biasa.
  • Motif beragam. Pembalut kain kini punya desain yang beragam dengan motif yang menarik.

Minus:

  • Kurang praktis. Pembalut kain dinilai kurang praktis karena harus dicuci terlebih dahulu sebelum dikenakan kembali.
  • Daya tampung. Sebagian wanita mengkhawatirkan daya tampung pembalut kain yang tidak mencukupi. Apalagi bagi mereka yang punya banyak aktivitas atau hormon tinggi.
  • Kurang nyaman dipakai. Awalnya, wanita yang terbiasa mengenakan pembalut biasa akan merasa tidak nyaman kala menggunakan pembalut kain karena bisa bergeser-geser ketika dipakai.
  • Memicu iritasi. Pembalut kain juga memiliki potensi memicu iritasi, terutama bila tidak dicuci dengan bersih. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY