PMDD Lebih Parah Dari PMS

SehatFresh.com – Kaum wanita tentunya tidak asing dengan PMS (premenstrual syndrome). Tingkatan PMS yang dialami setiap perempuan berbeda-beda, dari yang sangat ringan hingga terasa sangat berat dan mengganggu rutinitas sehari-hari. Gejala umum dari PMS antara lain nyeri payudara, kembung, sakit kepala serta kondisi emosional yang tidak stabil, sulit konsentrasi, dan tidak ingin beraktivitas. Beberapa wanita mungkin mengalami gejala dengan derajat yang lebih parah hingga sangat mengganggu aktivitasnya. Hal seperti ini mengarah pada gangguan yang disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD), bentuk parah dari PMS.

Tidak seperti PMS biasa, PMDD dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. PMDD dapat mengakibatkan menurunnya kualitas hidup, memengaruhi produktivitas, aktivitas sosial dan rumah tangga.  Ini juga bisa berdampak pada orang-orang di sekitarnya. PMDD biasanya dialami oleh perempuan di usia remaja dan dewasa muda.

Para ahli belum sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan beberapa wanita mengalami PMDD. Diduga, ini mungkin ada hubungannya dengan respon abnormal terhadap perubahan hormon. Seorang wanita mungkin lebih cenderung untuk mengembangkan PMDD jika ia memiliki riwayat keluarga PMDD, memiliki riwayat depresi atau gangguan kecemasan, stres berlebihan dan memiliki indeks massa tubuh yang tinggi.

Menstruasi yang normal dan sehat tidak akan sampai mengganggu terlalu banyak aktivitas sehari-hari. Jika Anda memiliki PMDD, bisa sulit untuk mengelola tugas-tugas kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan konsekuensi serius, sehingga tidak bisa diabaikan tanpa mendapatkan perawatan medis. Apa pun yang menyebabkan gejala, Anda tidak akan dapat mengobatinya secara efektif bila tidak diketahui penyebab pastinya. Berkonsultasi dengan dokter adalah cara terbaik agar dapat diketahui tingkat keparahan PMS yang diderita, dan mendapat perawatan terbaik.

Belum ada obat untuk PMDD, sehingga dokter akan mencoba untuk mengobati gejala spesifiknya. Untuk beberapa wanita, penggunaan pil KB dapat menstabilkan kadar hormon. Dalam beberapa kasus, terapi hormon mungkin dipertimbangkan. Jika depresi adalah akar masalahnya, dokter mungkin merekomendasikan obat antidepresan dalam hubungannya dengan beberapa bentuk terapi.

Perubahan gaya hidup tertentu seperti mengurangi kafein, dapat membantu mengatasi iritabilitas  dan kecemasan. Tanyakan kepada dokter atau ahli gizi untuk saran tentang perubahan diet lainnya, suplemen gizi, atau obat herbal yang dapat membantu. Berfokus pada diet seimbang yang sehat dan berolahraga secara teratur akan membawa dampak baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Penting juga untuk cukup istirahat setiap harinya.

Sumber gambar : www.SehatFres.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY