Pola Asuh Orang Tua Protektif dan Dampaknya pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Alih-alih ingin memberikan yang terbaik pada anak dan ingin menjadikan anak jadi anak yang baik terkadang malah membuat orang tua terlalu protektif pada anak. Sikap protektif sebenarnya sudah tidak cocok lagi jika anda terapkan pada usia remaja.

Usia remaja adalah usia dimana sedang dalam pencarian, mengerti diri sendiri dan lingkungannya. Jadi protektif pada remaja justru akan mengurangi ruang remaja dalam kehidupannya. Tak hanya itu masih ada banyak lagi dampak pada remaja jika orang tuanya terlalu protektif. Dampak tersebut meliputi:

  1. Jadi kurang pergaulan

Pola asuh yang protektif akan melarang remaja melakukan aktivitas yang ia inginkan, karena orang tua merasa hal itu tidak baik untuknya. Karena selalu dilarang maka pengalamannya akan kurang dimana ia juga akan kurang pergaulan karena hampir waktunya dihabiskan di rumah saja.

  1. Anak menjadi remaja yang lebih sering mengambil keputusan secara terburu-buru dan lebih sering marah kepada teman akibat hal sepele

Dampak lainnya dari pola asuh yang protektif adalah anak mudah marah dan mengambil keputusan secara buru-buru. Hal tersebut dibuktikan pada studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Vermont menyebut orang tua yang terlalu mengontrol membuat anak rentan stres. Hal ini menjadikan mereka lebih kasar dan tidak sopan kepada teman-temannya, bahkan ketika mereka dewasa.

  1. Tidak mandiri

Terlalu sering dikontrol dengan sikap protektif orang tua akan membuat remaja menjadi orang yang tidak mandiri. Sebab ia sudah terbiasa bergantung kepada orang tua pada semua hal jadi ia sulit membuat keputusan sendiri.

  1. Memiliki kemungkinan sikap pemberontakan

Seorang anak mungkin akan diam saja ketika menerima sikap orangtua yang protektif. Mereka akan menuruti setiap perintah dan larangan yang kita sampaikan pada mereka. Tetapi jangan bangga jika cara mendidik orangtua yang seperti itu membuat mereka patuh tanpa perlawanan. Mungkin saja suatu saat mereka akan menjadi pemberontak karena merasa tidak tahan dengan sikap orangtuanya. Ketika usia balita anak mungkin belum mampu bertanya mengapa mereka dilarang dan diperintah melakukan banyak hal, tetapi semakin bertambahnya usia mereka, pertanyaan di dalam pikiran mereka pun akan makin besar. Jika diteruskan pola asuh protektif tersebut maka saat dewasa anak akan menjadi pemberontak yang cukup mengerikan.

Itulah beberapa dampak pada remaja yang diberi pola asuh protektif oleh orang tua. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here