Pola Asuh yang Tepat Akan Bentengi Remaja dari Narkoba dan Pergaulan Bebas

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut hasil data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2012 menyatakan bahwa jumlah orang yang menyalahgunaan narkoba di Indonesia sebanyak 32.743 jiwa. Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja yang berusia 16 sampai 19 tahun berjumlah 1.944 jiwa. Sedangkan penyalahgunaan narkoba yang berusia 20 sampai 24 tahun berjumlah 5.057 jiwa. Selain narkoba, banyak dikalangan remaja yang melakukan pergualan bebas, sebagai contoh dari pergaulan bebas yaitu melakukan seks bebas. Hasil survey yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Dinas Kesehatan yaitu 16 juta anak perempuan yang berusia 15 sampai 20 tahun melahirkan setiap tahunnya, selain itu dari hasil survay menyatakan bahwa dari semua penderita HIV/AIDS sekitar 45% remaja yang berusia 15 sampai 25 tahun mengalami penyakt tersebut.

Penggunaan narkoba dan Pergaulan bebas dikalangan remaja disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurang atau tidak adanya kontrol dari keluarga, salah memilih teman dalam pergaulan, uang dan iman yang lemah. Salah satu upaya untuk membentengi remaja dari narkoba dan pergaulan bebas yaitu dengan memberikan pola asuh yang tepat. Pola asuh yang tepat untuk membentengi remaja dari narkoba dan pergaulan bebas dengan cara membentuk sistem pada keluarga. Keluarga merupakan sebuah sistem yang dapat digerakan oleh anggotanya. Setiap anggota keluarga harus saling menghormati, mendukung dan menghargai perasaan masing-masing anggotanya sehingga keluarga tersebut dapat tercipta sebuah sinergi dan keteraturan. Untuk memerangi remaja agar terhindar dari pergaulan bebas dan penggunaan narkoba keluarga khususnya yang berperan sebagai orangtua memiliki peranan yang penting dalam hal tersebut.

Menurut UNESCO pola asuh yang bertujuan untuk membentengi remaja dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas sangat penting. Pola asuh tersebut harus diterapkan sejak dini yaitu usia kurang dari 8 tahun. pola asuh yang benar menurut UNESCO diantaranya sebagai berikut:

  1. Sebagai pendidik

Sebagai orang tua haruslah memberikan bimbingan dan arahan kepada anak remajanya atas perubahan yang telah terjadi. Orangtua harus memberikan didikan mengenai nilai-nilai agama sebagai pondasi untuk membentengi remaja dalam menghadapi pergaulan bebas dan penggunaan narkoba.

  1. Sebagai teladan

Remaja merupakan masa dimana mereka dalam keadaan labil, sehingga mereka memerlukan sosor seseorang sebagai panutan dan teladan bagi mereka. Untuk itu menjadi orangtua harus memiliki tingkah laku yang baik, berekspresi dengan baik, dan cara berbicara yang baik, karena orangtua merupakan peran teladan yang pertama kali dilihat oleh anak remajanya.

  1. Sebagai pendamping

Orangtua harus bisa mendampingi anak remajanya agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Sebagai orangtua harus menghindari sikap curiga terhadap anak remajanya karena hal tersebut hanya dapat memberikan jarak antara orangtua dan remaja. Tetapi anda sebagai orangtua dalam mendampingi anak remajanya dengan cara yang lembut dan berperan sebagai sahabatnya.

  1. Sebagai konselor

Menjadi orangtua harus bisa menjadi seorang konselor bagi anaknya ketika anaknya sedang mengalami kesulitan. Dimana orangtua harus memberikan alternatif pilihan untuk menyelesaikan permasalahnya anak remajanya.

  1. Sebagai komunikator

Komunikasi merupakan suatu cara berinteraksinya satu orang kepada orang lain. Komunikasi memiliki peranan penting dalam sebuah hubungan termasuk hubungan antara orangtua dengan anaknya. Apabila komunikas antara anak dengan orangtuanya terjalin dengan baik maka akan memudahkan dalam pembinaan mereka. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here