Pola Makan Tidak Sehat Picu Obesitas pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kasus obesitas di kalangan remaja kian meningkat. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian bagi para orangtua karena obesitas benar-benar dapat menjadi momok di kehidupan dewasa remaja kelak. Gen memang menjadi faktor penyebab obesitas, namun tidak mutlak. Kebanyakan kasus obesitas justru disebabkan oleh pola makan yang buruk.

Memiliki lebih banyak lemak tak selalu obesitas. Namun, hal itu dapat mengindikasikan kecenderungan seseorang mengalalami kenaikan berat badan dengan mudah karena pola makan yang tidak dijaga dan kurang aktif. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, anak dianggap obesitas jika berat badan mereka setidaknya 10 persen lebih tinggi dari berat badan yang direkomendasikan untuk tinggi dan jenis tubuh mereka.

Obesitas umumnya terjadi ketika seseorang makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar tubuh. Tapi, obesitas bukan kondisi yang terjadi begitu saja dalam semalam. Obesitas berkembang dari waktu ke waktu karena pilihan gaya hidup, terutama pola makan.

Banyak remaja saat ini yang terbiasa dengan pola makan yang buruk sejak mereka kecil. Pola makan buruk ini merujuk pada kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar lemak atau gula tinggi dan rendah nutrisi. Ini seperti gorengan, permen, soda, keripik kentang, dan donat. Makanan semacam itu menyumbang asupan kalori lebih. Dalam jangka panjang, asupan kalori lebih dari makanan sehari-hari mungkin menjadi tidak seimbang dengan kalori yang dibakar. Kalori yang tidak dibakar tersebut pada akhirnya akan disimpan sebagai lemak, dan akhirnya menyebabkan obesitas. Risiko obesitas semakin meningkat jika anak juga kurang aktif secara fisik.

Selain dari jenis makanan, pola makan yang buruk juga mencakup hal lain, seperti kebiasaan makan porsi besar dan makan untuk menyenangkan diri. Seseorang mungkin terdorong untuk makan porsi besar jika teman atau keluarganya juga makan porsi besar. Beberapa orang juga melampiaskan kekesalan, kebosanan, atau tekanan emosional mereka dengan makan makanan manis agar suasana hatinya menjadi lebih baik. Hal-hal semacam itu bisa berlanjut menjadi kebiasaan yang susah dikendalikan.

Obesitas remaja dapat menimbulkan komplikasi yang mungkin berlangsung seumur hidup. Obesitas dikaitkan dengan sejumlah penyakit, terutama tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah jantung. Maka dari itu, obesitas sebaiknya dicegah sebelum terlambat dengan mendorong remaja untuk belajar memakan dan menikmati makanan sehat serta berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan pada tingkat yang ideal. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here