Pola Makan yang Baik saat Puasa untuk Remaja Penderita Maag

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa memberikan manfaat luar biasa bagi fisik, mental, dan spiritual remaja. Penelitian ilmiah pun telah membuktikan bagaimana puasa dapat menyehatkan fisik dan psikologis. Maka dari itu, berpuasa di bulan Ramadhan merupakan momentum untuk mendisiplinkan diri dalam menaati segala perintah dan menjauhi larangan agama. Hal ini berkontribusi terhadap proses pembentukan pribadi yang terkontrol dan sebagai remaja yang mawas diri. Dengan berpuasa, para remaja secara otomatis menuntut dirinya untuk menstabilitaskan emosi, ambisi dan nafsu yang berlebihan.

Sayangnya, keinginan untuk berpuasa seringkali terganggu oleh kekhawatiran penyakit, seperti sakit maag. Ya, puasa memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi penderita maag mengingat terlambat makan dan perut kosong adalah pantangan besar bagi penderita maag. Sakit maag juga telah menjadi keluhan kesehatan yang cukup sering dijumpai di kalangan remaja. Namun, ini sebenarnya tidak harus menjadi halangan untuk beribadah karena berpuasa justru menyehatkan. Dengan berpuasa, pola makan menjadi lebih teratur dan makanan tidak sehat penyebab maag bisa dihindari. Agar lancar puasa, penderita maag harus menerapkan pola makan yang baik sehingga manfaat sehat dari puasa dapat diperoleh maksimal.

Berikut adalah beberapa tips pola makan yang baik agar sakit maag tidak menjadi halangan bagi para remaja untuk berpuasa, yaitu:

  • Jangan melewatkan sahur. Usahakan untuk selalu makan sahur. Namun, jangan asal makan juga saat sahur seperti mie instan dan nasi. Makanlah dengan porsi lengkap. Hindari makanan bersantan, makanan asam, makanan yang mengandung gas (seperti sawi dan kol), makanan pedas, dan gorengan yang dapat memicu produksi asam lambung.
  • Tidak terburu-buru saat buka puasa. Dianjurkan untuk segera berbuka begitu waktunya tiba, jangan ditunda-tunda. Saat berbuka puasa, mulailah dengan air putih dan makanan manis seperti kurma secukupnya, untuk menormalkan kadar gula dalam tubuh. Jadi, jangan langsung makan nasi. Pasalnya, lambung dan usus memerlukan proses adaptasi terlebih dahulu setelah puasa seharian. Makanan atau minuman manis bertujuan untuk merangsang proses pencernaan bekerja secara bertahap sehingga enzim pencernaan pun akan diproduksi secara perlahan. Untuk mencegah begah, kembung, dan nyeri ulu hati, ada baiknya makan besar dilakukan setelah sholat. Porsi makan juga jangan sampai berlebihan karena dapat menyebabkan lambung berkontraksi berlebihan.
  • Minum cukup air putih. Tubuh tetap memerlukan setidaknya delapan gelas air setiap hari saat berpuasa. Polanya diatur di waktu buka puasa, malam hari hingga menjelang tidur, dan waktu sahur. Air putih dapat menetralisir bakteri berbahaya di lambung serta membersihkan dan mendorong sisa-sisa makanan yang menempel pada dinding lambung.
  • Hindari kafein. Banyak alasan mengapa kafein seperti yang terkandung dalam kopi dan teh, harus dibatasi atau bahkan dihindari saat puasa. Kafein bersifat diuretik yang dapat merangsang pengeluaran cairan melalui urin secara berlebihan sehingga membuat orang yang berpuasa rentan dehidrasi. Kafein merangsang produksi asam lambung sehingga bisa menimbulkan masalah pada saluran pencernaan. Pada penderita maag, kafein tentu sebaiknya dihindari terutama saat sahur.
  • Tidak langsung tidur setelah makan sahur. Tidur setelah sahur dapat menimbulkan masalah pencernaan, apalagi pada orang yang sakit maag. Saat tubuh beristirahat, sistem pencernaan akan bekerja keras. Hal ini dapat produksi asam lambung sehingga menimbulkan rasa panas yang menyebar naik dari perut ke dada dan terjadi refluks asam. Beri tubuh jeda satu hingga dua jam setelah sahur, baru kemudian tidur. Bila terlampau mengantuk, tidurlah menggunakan bantal yang tinggi, agar isi lambung tidak naik kembali ke kerongkongan (refluks asam).
  • Obat maag. Jika sakit maag sulit ditolerir, mintalah obat pada dokter agar sakit maag tidak sampai mengganggu kelancaran ibadah puasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY