Polusi Asap Turunkan Kecerdasan

SehatFresh.com – Polusi asap akibat kebakaran hutan saat ini tengah menjadi polemik. Bukan saja hanya mengganggu aktivitas dan jarak pandang penglihatan, asap ini sudah mengancam kesehatan masyarakat di sekitarnya. Dampak langsungnya adalah infeksi paru dan saluran napas. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi radang paru (pneumonia).

Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan tubuh lebih mudah terjadi infeksi. ISPA pun akan lebih mudah terjadi karena daya tahan tubuh yang tidak seimbang serta pola bakteri atau virus yang seolah didukung buruknya kondisi lingkungan. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lainnya, kondisi bisa semakin memburuk seiring dengan semakin banyaknya asap yang terhirup ke dalam paru.

Selain membahayakan saluran pernapasan, ternyata polusi asap juga dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kecerdasan otak. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan bagi anak-anak penerus generasi bangsa. Suatu penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar oleh polusi udara di kota sejak dalam kandungan cenderung memiliki IQ rendah. Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr. Frederica P.Perera, dari Columbia Center for Children’s Environmental Health. Hasil penelitiannya telah diterbitkan dalam Journal of American Academy of Pediatrics pada tahun 2009.

Menurut hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa IQ anak usia lima tahun di kota New-York yang telah terpapar oleh polusi udara yang tinggi dari Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) sejak dalam kandungan akan lebih rendah 4 poin daripada anak-anak yang kurang terpapar terhadap PAH. PAH merupakan zat kimia yang terdapat di dalam udara akibat proses pembakaran batu bara, diesel, oli, gas, dan benda-benda lain yang mengandung karbon seperti rokok. Di perkotaan, PAH terutama dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Kendati penurunan IQ hanya 4 poin, namun ini sudah dapat memengaruhi kemampuan akademis anak di sekolah.

Selain memengaruhi perkembangan otak anak sejak dalam kandungan, polusi udara juga berpengaruh negatif pada otak orang dewasa. Penelitian yang dilakukan sebagai kerja sama antara School of Public Health Harvard University dan University of North Carolina, menunjukkan bahwa kadar ozon dalam udara yang tercemar dapat menurunkan konsentrasi dan menurunkan respon otak yang setara dengan kemunduran otak 3,5-5 tahun dari usia sebenarnya.

Untuk meminimalkan dampak buruk tersebut, para ahli mengimbau masyarakat yang tidak atau telah memiliki penyakit kronis dan gangguan pernapasan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Pastikan juga untuk selalu kenakan masker yang tepat jika berada di luar rumah. Hal lain yang tidak kalah penting adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sumber gambar : pelitaonline.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY