Polusi Suara Berdampak Buruk Pada Sistem Kardiovaskular

SehatFresh.com – Beberapa tahun belakangan ini, polusi suara telah menjadi salah satu isu kesehatan dunia selain polusi udara. Selain memang merusak indera pendengaran, penelitian terbaru pun telah menemukan keterkaitan antara polusi suara dan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner. Hal ini terkait meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas terutama di wilayah kota besar yang secara langsung membuat lingkungan semakin hari semakin terdengar ramai dan bising. Suara mesin kendaraan terutama klakson bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi bagi mereka yang bekerja di tempat yang penuh kebisingan, seperti pekerja di lapangan penerbangan.

Rick Neitzel dari Environmental Health Science di University of Michigan School of Public Health, begitu menyayangkan kebanyakan masyarakat dunia cenderung tidak peduli dengan kebisingan yang mereka dengar. Padahal, polusi suara juga berdampak buruk sama halnya dengan polusi udara. Seorang audiolog di Oregon Health & Science University, Devon Paldi, Au.D, juga menyatakan bahwa orang sering tidak sadar dengan paparan kebisingan sehingga mereka merasa terbiasa dengan hal itu. Namun, setelah mereka memeriksakan kesehatannya terkait gangguan pendengaran yang dikeluhkan, kebanyakan dari mereka memaparkan bahwa mereka bekerja di tempat yang bising dan cenderung mengabaikan penggunaan pelindung telinga.

Selain karena pekerjaan atau sering melintasi tempat-tempat yang bising, kebisingan dari luar rumah pun bisa menjadi masalah bagi kesehatan. Bila Anda tinggal di pinggir jalan di mana aktivitas kendaraan selalu ramai hingga 24 jam, meski akhirnya kebisingan menjadi hal yang biasa dan tetap bisa tidur, ternyata tidak demikian dengan sistem kardiovaskuler atau sistem peredaran darah dalam tubuh. Pasalnya, sistem saraf simpatik masih bereaksi namun dipaksa untuk tidur. Inilah yang meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner.

Kebisingan juga dapat menyebabkan rasa melayang sehingga mengakibatkan kepala pusing atau mual-mual. Tidak hanya itu, kebisingan juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis seperti timbulnya rasa tidak nyaman, susah tidur, kurang konsentrasi dan cepat marah. Kebisingan juga disebut-sebut berpengaruh terhadap kesehatan mental anak-anak.

Environmental Protection Agency, Amerika Serikat, menyarankan batas maksimal terhadap paparan suara selama 24 jam di lingkungan rumah pada kisaran 55 dBA agar terhindar dari ancaman masalah kesehatan serius, dan 70 dBA untuk menghindari rusaknya alat pendengaran. 50 dBA adalah tingkat kebisingan suara yang dihasilkan pada percakapan sehari-hari, sedangkan 70 dBA setara dengan suara yang dihasilkan oleh hair-dryer atau vacume cleaner.

Sumber gambar : noveblu.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY