Prediksi Kesehatan Masa Depan pada Kondisi Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Masa kehamilan adalah masa yang sangat rumit dalam menjaganya, dimana si calon ibu harus benar-benar mengotrol kesehatannya dengan baik. Sayangnya, tidak semua wanita menjalani masa kehamilan dengan lancar. Ada saja hal yang bisa mengganggu kondisi kesehatan ibu hamil, termasuk yang paling umum adalah hipertensi dan diabetes saat hamil.

Hipertensi akibat kehamilan menimpa satu dari 12 ibu hamil, dan statistik baru menunjukkan bahwa satu dari tujuh ibu hamil dapat mengembangkan gestational diabetes. Sementara masalah ini timbul selama kehamilan dan umumnya sembuh setelah melahirkan, kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena penyakit jantung di kemudian hari.

Avon Longitudinal Study of Parents and Children, yang berbasis di Inggris telah melakukan penelitian pada 3416 ibu hamil yang dievaluasi selama kehamilan mereka dan kemudian ditindaklanjuti 18 tahun setelah melahirkan. Para peneliti tertarik untuk mengetahui apakah hipertensi (preeklampsia) dan diabetes gestasional mungkin memprediksi risiko kesehatan masa depan. Setelah 18 tahun, usia rata-rata ibu adalah 48 tahun. Faktor risiko mereka dideteksi dengan bantuan Framingham Risk Score, alat sederhana untuk menghitung risiko penyakit jantung berdasarkan usia, jenis kelamin, tekanan darah, kolesterol dan status merokok.

Bagi mereka yang telah didiagnosis dengan hipertensi atau diabetes akibat kehamilan 18 tahun sebelumnya, risiko dihitung untuk penyakit jantung hampir 30 persen lebih tinggi daripada wanita yang tidak mengalami komplikasi ini. Tidak mengherankan, wanita yang telah didiagnosis dengan diabetes gestasional lebih mungkin untuk terus mengembangkan diabetes atau pra-diabetes, sementara mereka dengan hipertensi cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi, ukuran pinggang yang lebih besar, dan kadar kolesterol yang buruk.

Selain itu, American Heart Association juga melakukan penelitian dengan menghitung beberapa faktor risiko kardiovaskular pada 306 wanita Belanda yang pernah mengalami preeklamsia atau tekanan darah tinggi pada kehamilan dua sampai lima tahun setelah mereka melahirkan. Kemudian, mereka memisahkan wanita menjadi dua kelompok: mereka yang mengembangkan preeklamsia awal kehamilan dan mereka yang dikembangkan pada akhir kehamilan. Studi ini menunjukkan bahwa perempuan yang mengembangkan preeklamsia awal kehamilan memiliki tekanan darah lebih tinggi secara signifikan, peningkatan kolesterol, serta kadar gula darah tinggi dan sensitifitas insulin (ciri-ciri diabetes) dibandingkan mereka yang mengembangkan preeklamsia pada akhir kehamilan atau yang memiliki tekanan darah tinggi tanpa preeklamsia.

Penelitian-penelitian yang telah ada mengindikasikan bahwa wanita dengan preeklamsia, terutama mereka yang mengembangkannya di awal kehamilan sepatutnya harus lebih waspada mengenai kesehatan jantung mereka seiring dengan bertambahnya usia mereka. Penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung merupakan pembunuh wanita pertama didunia. Tekanan darah, gula darah, dan angka kolesterol dapat merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular. Namun, semua kondisi tersebut dapat dicegah dengan diet yang berfokus untuk menjaga kesehatan jantung dan olahraga teratur. Jika kehamilan Anda dipersulit oleh hipertensi atau diabetes gestasional, maka sepatutnya Anda ekstra waspada tentang faktor risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari terkait kondisi kehamilan Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY