Pria Susah Mencapai Klimaks

SehatFresh.com – Bagi pria, puncak kenikmatan ketika melakukan aktivitas seksual adalah orgasme yang ditandai dengan keluarnya cairan ejakulasi dari Mr P. Terkadang, mencapai klimaks tidak selalu mudah. Banyak pria yang bermasalah dengan ejakulasi karena ia ejakulasi terlalu cepat. Di sisi lain, ada juga pria yang bermasalah dengan ejakulasi di mana ia membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk bisa mencapai klimaks dan mengeluarkan air mani atau bahkan tidak mampu ejakulasi sama sekali. Kondisi ini disebut ejakulasi tertunda.

Ketika aktivitas seks sudah berlangsung hingga berjam-jam namun klimaks juga tak kunjung tercapai, pada akhirnya Anda dan pasangan akan merasa lemas, gairah seks menurun, dan merasakan kekecewaan. Seringkali, hal ini diarahkan wanita karena tak cukup memuaskan. Faktanya, bukan wanita yang menyebabkan pria susah mencapai klimaks. Ejakulasi tertunda lebih sering disebabkan oleh faktor fisik, faktor psikis, dan obat-obatan.

Faktor fisik meliputi:

  • Cacat lahir tertentu yang mempengaruhi sistem reproduksi
  • Cedera pada saraf panggul yang mengontrol orgasme.
  • Infeksi tertentu, seperti infeksi saluran kemih.
  • Operasi prostat, seperti transurethral resection of the prostate (TURP) atau pengangkatan prostat.
  • Penyakit seperti neuropati diabetes, stroke, atau kerusakan saraf yang berkaitan dengan sumsum tulang belakang.
  • Kondisi yang berhubungan dengan hormon, seperti hormon tiroid rendah (hipotiroidisme) atau testosteron rendah (hipogonadisme).
  • Ejakulasi retrograde, kondisi di mana air mani mengalir ke dalam kandung kemih bukannya keluar dari penis

Faktor psikis meliputi:

  • Depresi, kecemasan atau kondisi kesehatan mental lainnya.
  • Stres karena masalah hubungan atau komunikasi yang buruk dengan pasangan.
  • Takut tidak bisa memuaskan.
  • Takut pasangan akan hamil.
  • Tidak menerima citra tubuh secara positif.
  • Realitas seks nyata dengan pasangan tidak sesuai dengan fantasi seksual.

Obat-obatan yang berkaitan dengan sulit ejakulasi meliputi:

  • Beberapa antidepresan
  • Beberapa obat tekanan darah tinggi
  • Beberapa obat antipsikotik
  • Beberapa obat anti-kejang
  • Penyalahgunaan alkohol

Beberapa pria yang susah mencapai klimaks mungkin perlu 30 menit atau lebih untuk bisa mencapai orgasme dan ejakulasi. Bahkan, beberapa pria mungkin tidak bisa ejakulasi sama sekali (anejakulasi). Akan tetapi, tidak ada aturan baku yang dapat dijadikan patokan gangguan ejakulasi semacam ini. Seorang pria mungkin menjadi mengalami ejakulasi tertunda jika masalah susah mencapai klimaks sampai mengakibatkan kesusahan atau frustrasi, atau jika ia harus menghentikan aktivitas seksual karena kelelahan, iritasi fisik, sudah tidak ereksi atau permintaan dari pasangannya.

Secara sederhana, sulitnya mencapai klimaks bisa disebabkan karena terlalu sering melakukan gaya seks yang itu-itu saja, sehingga pasangan tidak merasakan sensasi baru dan pada akhirnya aktivitas seks pun terasa monoton. Sebagai salah satu solusi untuk masalah ini, terapkanlah gaya bercinta baru agar Anda dan pasangan bisa sama-sama merasakan sensasi kenikmatan seksual baru yang bisa mengantarkan Anda dan pasangan mencapai klimaks yang hebat.

Terlalu sering masturbasi atau onani tanpa disadari berpengaruh buruk bagi kehidupan seksual Anda dan pasangan. Keseringan masturbasi bisa mengurangi ketertarikan dan gairah untuk bercinta dengan pasangan, karena fantasi seksual saat masturbasi bisa mengalahkan sensasi aktivitas seks di dunia nyata. Akibatnya, diperlukan rangsangan yang lebih lama dan intens untuk bisa mencapai klimaks atau jika pria terlalu terpaku pada fantasi seksualnya, mungkin ia tidak bisa ejakulasi sama sekali.

Jika Anda sering susah mencapai klimaks apalagi hingga menimbulkan masalah dengan pasangan, lebih baik segera diperiksakan ke dokter agar diketahui akar penyebabnya. Bila Anda juga memiliki masalah kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat-obatan yang berkaitan dengan ejakulasi tertunda atau masalah sulit ejakulasi yang Anda alami disertai dengan gejala lain, Anda juga sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi medis lebih lanjut.

Sumber gambar : www.SehatFresh.comĀ 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY