Prof. Dr. dr. Badriul Hegar Syarif, PhD, SpA(K) : Kesehatan Saluran Cerna di Awal Kehidupan untuk Kesehatan di Masa Mendatang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com #DokterTalk – Prof. Dr. dr. Badriul Hegar Syarif, PhD, SpA(K), staf pengajar dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menerima gelar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada upacara pengukuhan yang akan dilaksanakan pada 1 April 2017 di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba. Prof. Hegar akan memberikan pidato pengukuhan berjudul “Kesehatan Saluran Cerna di Awal Kehidupan untuk Kesehatan di Masa Mendatang”.

Prof. Hegar memaparkan pidato pengukuhannya mengenai pentingnya kesehatan saluran verna pada bayi. Kesehatan saluran cerna di awal kehidupan menjadi titik awal kesehatan seseorang di masa mendatang. Mikrobiota diketahui sangat berperan dalam mewujudkan kesehatan saluran cerna. Interaksi antara mikrobiota dan manusia terkait kesehatan dan penyakit telah menjadi isu besar dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini diketahui bahwa gangguan komposisi mikrobiota saluran cerna sebagai penyebab penyakit dan bukan sebagai akibat. Jika saluran cerna tidak dikolonisasi oleh mikrobiota, maka sistem kekebalan tubuh tidak akan berkembang normal.

Intervensi mikrobiota pada awal kehidupan diduga dapat mencegah atau mengatasi beberapa kondisi, misalnya infeksi berulang dan alergi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa intervensi yang mengubah komposisi mikrobiota saluran cerna pada bayi baru lahir memberi peluang sebagai pendekatan preventif untuk mengatasi ketidakseimbangan mikrobiota bayi. Kelahiran prematur, bedah caesar, pemberian susu formula, terapi antibiotika yang terlalu dini, kekurangan gizi, kebersihan bahkan hewan peliharaan merupakan faktor yang dapat menganggu perkembangan mikrobiota saluran cerna bayi.

Saat ini diketahui, semua produk makanan yang mengandung bakteri diberi nama probiotik. Namun, kualitas sebagian besar dari produk tersebut tidak terkontrol karena dikomersialisasikan sebagai suplemen makanan. Pada sebagian besar produk tersebut telah dilakukan ‘randomized prospective blinded clinical trials’, namun hasilnya memperlihatkan efikasi klinis dan tidak ada data yang mendukung penggunaannya sebagai suplemen makanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here