Prof. Dr. dr. Sukman Tulus Putra, SpA(K) : Identifikasi dan Intervensi Faktor Risiko Jantung Koroner pada Anak dan Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com #DokterTalk – Prof. Dr. dr. Sukman Tulus Putra, SpA(K) staf pengajar dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM menerima gelar guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada upacara pengukuhan yang akan dilaksanakan pada 1 April 2017 di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sukman memberikan pidato pengukuhan dengan judul “Identifikasi dan Intervensi Faktor Risiko Aterosklerosis pada Anak dan Remaja: Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular pada Usia Dewasa“.

Dalam pidatonya, Prof. Sukman memaparkan tentang Penyakit Jantung Koroner (PJK). PJK, akhir-akhir ini merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi di seluruh dunia baik di negara maju maupun negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit kardiovaskular khususnya PJK disebabkan oleh suatu proses aterosklerosis berupa penyakit pada lapisan dalam pembuluh darah arteri yang berlangsung lama. Proses tersebut berjalan perlahan-lahan namun pasti dalam beberapa tahun bahkan beberapa dasawarsa kehidupan. Meskipun menifestasi klinis dan keluhan PJK terjadi pada usia dewasa, ternyata telah terbukti secara ilmiah bahwa proses aterosklerosis yang tidak menimbulkan gejala tersebut (asimtomatik) sudah terjadi pada usia anak dan remaja. Untuk terjadinya aterosklerosis yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah koroner biasanya dipercepat oleh adanya faktor risiko yang bila diketahui atau dideteksi lebih awal pada usia anak dan remaja maka faktor tersebut dapat diatasi, bahkan dapat dieliminasi sehingga anak dapat terhindar dari penyakit kardiovaskular di usia dewasa.

Faktor risiko aterosklerosis yang banyak dikenal disebut faktor risiko tradisional atau “modifiable” atau “changeable” yakni faktor risiko yang apabila diketahui atau teridentifikasi dapat dilakukan perbaikan atau perubahan dengan cara tertentu dengan obat atau tanpa obat (intervensi) sehingga dapat mencegah komplikasi ateroskelrosis di kemudian hari. Faktor risiko yang dapat diubah atau diperbaiki yaitu: obesitas (kegemukan), dislipidemia (kadar lipid/kolesterol yang tinggi), diabetes mellitus, rokok (terpajan tembakau), tekanan darah tinggi dan aktivitas fisik yang kurang. Selain faktor tersebut terdapat juga faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti factor genetik dan lingkungan.

Dengan demikian, untuk mengidentifikasi faktor risiko aterosklerosis yang mengakibatkan  komplikasi kardiovaskular dikemudian hari diperlukan program terintegrasi, interdisiplin dan interpofessional dengan melibatkan orangtua/keluarga (family-based), pihak sekolah (school based), masyarakat dan institusi lain yang terkait. Adanya program nyata dan komprehensif yang mengutamakan preventif dengan mengidentifikasi dan mengintervensi faktor risiko sejak dini, diharapkan  anak-anak akan terhindar dari penyakit kardiovaskular di masa depan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY