Prosedur Pemeriksaan Kolposkopi pada Vagina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kolposkopi yaitu tindakan pemeriksaan, bukan operasi. Secara keseluruhan, kolposkopi merupakan tindakan yang aman. Meski begitu, ada sejumlah prosedur yang harus ditempuh untuk menghindari terjadinya berbagai komplikasi.

Kolposkopi adalah tindakan yang bertujuan untuk memeriksa adanya sel yang abnormal di dalam atau di sekitar vagina, vulva atau serviks (mulut rahim). Sel yang abnormal biasanya dapat ditemukan di antara lubang serviks sampai saluran melahirkan dan rahim. Sel yang abnormal harus segera dideteksi dan diobati karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

Kolposkopi adalah tindakan rawat jalan yang dilakukan oleh ahli kolposkopi. Biasanya, seorang dokter atau perawat yang telah menjalani pelatihan khusus bisa melakukan tindakan pemeriksaan ini.

Sebelum kolposkopi dilakukan, pasien tidak perlu melakukan persiapan apapun. Pasien tidak harus berpuasa dan biasanya tidak membutuhkan obat bius, asalkan biopsi tidak dilakukan. Apabila biopsi harus dilakukan, kemungkinan pasien akan membutuhkan obat bius lokal atau total dan mereka akan diminta untuk tidak makan beberapa jam sebelum biopsi dilakukan.

Selama kolposkopi, pasien akan diminta untuk berbaring di kursi khusus yang memiliki bantalan lutut. Lalu, spekulum akan dimasukkan ke vagina. Saat sudah berada di dalam vagina, spekulum akan terbuka secara perlahan dan ahli kolposkopi dapat melihat bagian dalam serviks dengan kolposkop, suatu alat seperti mikroskop dengan cahaya. Alat ini bekerja dari luar dan sama sekali tidak memasuki vagina. Sejumlah kolposkop juga memiliki kamera yang dapat digunakan untuk mengambil gambar dan langsung menampilkannya di layar.

Apabila ada bagian serviks yang tidak normal, larutan tertentu dapat dioleskan untuk menandai bagian tersebut. Setelah itu, biopsi akan dilakukan untuk memastikan dugaan akan adanya sel abnormal. Setelah ditemukan area-area dengan kemungkinan abnormalitas, maka dilakukan biopsi. Namun, ada juga kasus di mana dokter sudah merasa yakin dengan hasil kolposkopi sehingga biopsi tidak dilakukan dan pasien akan langsung memulai proses pengobatan.

Kolposkopi dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan ketika spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Apabila biopsi dilakukan setelah kolposkopi, pasien juga akan merasakan sensasi cubitan atau garukan ketika sampel jaringan diambil.

Berdasarkan statistik, 40% pasien yang harus menjalani kolposkopi akan mendapatkan hasil yang abnormal. Hasil yang abnormal bukan berarti pasien pasti menderita kanker serviks (mulut rahim). Namun, adanya sel yang abnormal menunjukkan bahwa pasien berisiko tinggi terkena kanker serviks, terutama apabila tidak segera ditangani.

Dengan pemeriksaan kolposkopi ini, akan membantu meningkatkan akurasi deteksi dini terhadap kelainan pra kanker mulut rahim. Bersama-sama dengan tes Pap, kolposkopi memberikan treatment secara dini terhadap kelainan pra kanker mulut rahim sehingga menurunkan kemungkinan risiko berkembang menjadi kanker mulut rahim. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here