Protein Hewani dan Protein Nabati, Manakah yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Pembentukan sel baru dan pemeliharaan sela dan jaringan di dalam tubuh membutuhkan protein dalam metabolismenya. Protein juga sangat penting dalam memengaruhi kerja enzim, hormon kekebalan tubuh hingga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain air, protein juga merupakan bagian besar didalam tubuh. Sehingga peran protein tidak bisa di gantikan dengan zat gizi lainnya. Telah diketahui bahwa protein adalah zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Setidaknya terdapat 10 ribu jenis protein yang berbeda dan dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Kementrian kesehatan membagi kebutuhan kebutuhan protein berdasarkan kelompok umur sebagai berikut :

  • 0-6 bulan : 12 gram.
  • 7-11 bulan : 18 gram.
  • 1-3 tahun : 26 gram.
  • 4-6 tahun : 35 gram.
  • 7-9 tahun : 49 gram.
  • 10-12 tahun : 56 gram (laki-laki), 60 gram (perempuan).
  • 13-15 tahn : 72 gram (laki-laki), 69 gram (perempuan).
  • 16-80 tahun : 62 hingga 65 gram (laki-laki), 56 hingga 59 gram (perempuan).

Protein menurut sumbernya dibagi menjadi dua yaitu, protein hewani dan protein nabati. Di antara keduanya manakah yang lebih baik untuk kesehatan? Apakah protein hewani atau protein nabati?

Asam amino dalam protein hewani dan protein nabati

Protein hewani memiliki sumber asam amino yang lebih lengkao bila dibandingkan dengan protein nabati. Protein hewani mengandung sembilan asam amino yang diperlukan untuk tubuh. Tubuh sebenarnya bisa menghasilkan asam amino sendiri yaitu asam amino non esensial, sedangkan asam amino esensial dibutuhkan tubuh dari sumber makanan yang mengandung protein.

Asam amino dalam protein hewani merupakan asam amino yang lengkap dan memiliki struktur hampir mirip dengan asam amino yang ada di tubuh. Sementara protein nabati tidak memiliki asam amino esensial yang lengkap seperti pada protein hewani.

Vitamin dan mineral yang ada pada protein hewani dan protein nabati

Berikut adalah beberapa jenis vitamin dan mineral yang cukup banyak terdapat pada protein hewani namun rendah pada protein nabati:

  • Vitamin B12, dapat ditemukan pada makanan seperti, ikan, daging sapi, daging ayam dan berbagai produk susu.
  • Vitamin D, vitamin ini dapat ditemukan di makanan seperti minyak ikan, telur dan susu.
  • DHA (docosahexaenoic.acid), ini merupakan jenis dari asam lemak omega 3 yang terdapat pada sumber protein hewani terutama daging sapi. Zat besi yang didapat dari protein hewani lebih mudah diserap tubuh bila dibandingkan dari protein nabati.
  • Zinc, banyak ditemukan pada daging sapi, hati sapi dan daging kambing. Seng juga terdapat pada sayuran berdaun hijau tua, seperti daun singkong dan bayam. Namun penyerapannya tidak sebaik dari protein hewani.

Protein nabati dapat ditemukan dalam makanan yang bersumber dari tumbuhan.  Dengan mengonsumsi protein nabati seperti sayur-sayuran memiliki  kadar kolesterol yang lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang jarang mengonsumsi sayur.

Kedua jenis protein memiliki manfaat yang sama-sama baik bagi kesehatan tubuh. beberapa sumber protein hewani memiliki jumlah lemak yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan maka dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda dapat mengimbanginya dengan sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh.

Protein nabati juga memuliki kandungan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral dan zat gizi lainnya seperti serat yang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit dan kanker. Jadi kedua protein ini sebaiknya dikonsumsi secara seimbang untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here