Puasa Untuk Kesehatan Mental

SehatFresh.com – Di bulan Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Telah banyak penelitian yang membuktikan puasa memberi manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya secara fisik, tapi puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan emosional seseorang. Mengapa bisa demikian? Ketika Anda sedang melaksanakan puasa dan merasakan lapar, maka tubuh secara otomatis mengeluarkan beberapa zat kimia untuk melindungi otak dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih damai.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa berpuasa beberapa hari secara berturut-turut membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Ketika Anda berpuasa di bulan Ramadhan, maka lebih banyak endorfin yang dilepaskan di otak sehingga membuat Anda bahagia dan gembira. Selain itu, diyakini ada efek gabungan dari iman seseorang ketika Ramadhan dan puasa yang membantu mengobati depresi.

Secara emosional, puasa bisa membuat Anda merasa lebih tenang dan bahagia. Orang-orang yang berpuasa banyak yang merasa bahwa depresi yang mereka rasakan menurun, dan tujuan-tujuan dalam hidupnya menjadi lebih cepat tercapai karena kemampuan fokus pencapaian pada tujuan tersebut semakin meningkat. Berpuasa telah diteliti dapat meningkatkan kemampuan untuk berkonsentrasi, meringankan kecemasan, dan membuat tidur lebih nyenyak.

Tidak hanya itu, hasil penelitian dari National Institute of Aging, Amerika Serikat, menemukan bahwa berpuasa dapat membantu seseorang yang memiliki masalah kesehatan mental seperti Parkinson dan Alzheimer. Berpuasa selama satu atau dua hari setiap minggunya akan membantu meningkatkan kesehatan otak sehingga kinerja otak bisa lebih baik. Selain berdampak pada kinerja otak, ternyata puasa juga bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada diet. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa melakukan puasa selama satu atau dua hari setiap minggu bisa menurunkan berat badan lebih baik daripada melakukan program diet secara berkelanjutan. Melakukan puasa selama satu atau dua hari dalam seminggu juga akan membantu Anda untuk mendapatkan berat badan yang Anda inginkan tanpa harus mengganggu metabolisme dalam tubuh.

Semua orang tentunya akan dihadapkan dengan keadaan sulit yang tidak diharapkan pada setiap fase kehidupannya. Kesehatan jiwa yang optimal akan sangat membantu Anda dalam menghadapi keadaan tersebut. Puasa merupakan suatu sarana untuk detoksifikasi jiwa karena dengan melakukan puasa maka orang tersebut memiliki dorongan dan keinginan yang kuat untuk mengendalikan dirinya.

Beberapa perilaku yang terbentuk pada masa-masa puasa seperti menahan diri untuk tidak marah, menahan diri untuk tidak merokok, dan menahan diri dari hal yang berbau pornografi adalah hal yang baik. Seperti telah diketahui bahwa perilaku-perilaku tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Puasa terutama di bulan Ramadhan dapat dijadikan momentum yang tepat untuk mulai mengubah perilaku buruk yang mendasar. Dengan berpuasa, diharapkan adanya perubahan perilaku negatif menjadi perilaku yang positif sehingga kesehatan fisik dan mental meningkat ke taraf yang lebih baik.

Sumber gambar : www.catatanfiqih.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY