Pubertas Dini Picu Dampak Negatif pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mendengar kata “pubertas” sudah pasti muncul di benak kita memori tentang adanya perubahan-perubahan yang dirasakan oleh tubuh, hal ini dapat diketahui oleh seseorang yang telah melewati masa remaja. Perubahan yang muncul dapat menimbulkan respon yang berbeda-beda pada individu. Namun, tahukah Anda jika perubahan tersebut merupakan bagian dari sistem tubuh kita yang sedang berkembang?

Arti dari pubertas sendiri yakni adalah suatu tahap di dalam perkembangan manusia yang ditandai dengan matangnya alat-alat seksual dan tercapai kemampuan untuk bereproduksi. Anak laki-laki biasanya mengalami pertumbuhan yang pesat, suara menjadi lebih berat, dan organ reproduksi mulai membesar. Pada anak perempuan, dapat ditandai dengan kematangan seksual primer yaitu menstruasi pertama (menarche). Tanda-tanda sekundernya yaitu payudara menjadi lebih besar dan bulat, pinggul bertambah lebar, kulit menjadi lebih kasar, dan tanda-tanda yang sama dengan anak laki-laki seperti tumbuh rambut halus di sekitar kemaluan, ketiak, pori-pori kulit bertambah besar (menyebabkan timbulnya jerawat) serta aroma tubuh yang mulai berubah.

Pada umumnya, pubertas dialami oleh anak yang berusia antara 10-14 tahun. Pubertas bisa datang terlambat atau bahkan lebih awal dari usia rata-rata. Bagi sebagian anak, ternyata bisa mengalami masa pubertas lebih awal atau dinamakan dengan pubertas dini. Antara laki-laki dan perempuan dapat mengalami hal yang demikian. Pubertas dini akan mempengaruhi kehidupan anak karena dikhawatirkan anak tersebut tidak siap menghadapi masa pubertas dan tidak mengetahui apa yang sedang dialami.

Pubertas dini bisa memicu perubahan-perubahan besar yang akan dihadapi sang anak, diantaranya sebagai berikut.

  1. Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan aspek fisik seseorang yang berpengaruh pada penampilan. Tinggi badan seorang anak sangat dipengaruhi oleh masa pubertas yang dialami. Apabila seorang anak mengalami pubertas dini, pertumbuhan tinggi badannya juga akan terhenti lebih dini.

Hal ini menjadi efek perubahan jangka panjang dari pubertas dini. Sebab, sering dijumpai pada seseorang yang mengalami pubertas dini terlihat lebih pendek dibandingkan dengan teman sebayanya yang mengalami pubertas pada rentang usia yang normal. Penyebab dari perbedaan ini yakni karena masa pertumbuhan yang dialami terlalu cepat sehinga lempeng tulang tidak dapat tumbuh dengan maksimal.

  1. Emosi

Seorang anak yang mengalami pubertas dini mengalami gejolak emosi yang amat kentara. Hal ini didapatkan dari tekanan-tekanan yang didapatkan di sekitarnya, mulai dari teman, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya. Perubahan-perubahan yang dialami lebih awal dapat membuat anak merasa malu, sehingga anak akan kehilangan rasa percaya diri. Ada juga yang melampiaskan dengan marah kepada orang di sekitarnya.

  1. Perilaku

Akibat dari perubahan-perubahan yang muncul pada masa pubertas, terutama pada kematangan organ reproduksi dapat mempengaruhi pada hasrat seksual yang dimilikinya. Pubertas dini mengakibatkan anak memiliki hasrat seks melebihi anak-anak yang usianya sebaya dengan mereka. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus bagi para orang tua.

Anak-anak yang mengalami pubertas dini juga biasanya sangat beresiko memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Sehinga biasanya mereka lebih sering menyendiri karena merasa cemas.(SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here