Rabies Tidak Hanya Karena Digigit Hewan Anjing

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rabies adalah salah satu infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius berupa infeksi otak, kelumpuhan parsial, koma, dan bahkan kematian. Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia pun menunjukkan bahwa rabies menyebabkan sekitar 10 ribu kematian di dunia setiap tahunnya, terutama di Asia dan Afrika. Oleh karenanya, penyakit yang diidentikkan dengan anjing ini perlu diwaspadai. Pencegahan yang utama agar tidak terkena rabies adalah dengan menghindari penyebabnya, yaitu virus rabies.

Rabies disebabkan oleh virus rabies, yang termasuk dalam genus Lyssavirus, keluarga Rhabdoviridae dari ordo Mononegavirales. Virus ini menyebar melalui air liur hewan yang telah terinfeksi. Meskipun jarang terjadi, rabies juga dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi yang masuk ke luka terbuka atau selaput lendir, seperti mulut dan mata.

Dalam kebanyakan kasus, rabies disebabkan oleh gigitan anjing. Namun, sebetulnya hewan penular rabies bukan hanya anjing saja, karena pada dasarnya mamalia (binatang yang menyusui anak-anaknya) dapat menularkan virus rabies. Selain anjing, hewan penular rabies lainnya meliputi kucing, sapi, kuda, kambing, musang, monyet, kelelawar, rubah, dan sigung.

Begitu seseorang digigit hewan yang terinfeksi rabies, virus akan menyebar melalui saraf menuju otak. Setelah di otak, virus menggandakan diri dengan cepat. Hal ini menyebabkan peradangan parah pada otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi orang tersebut pun akan memburuk dengan cepat dan bahkan meninggal dunia. Karena lambat tidaknya penyebaran virus bergantung pada saraf yang terkena, sangat penting untuk segera mencari pertolongan jika hewan penular rabies menggigit di area leher atau kepala. Ini karena posisi kedua bagian tersebut dekat dengan otak sehingga virus dapat menuju otak dalam waktu yang cepat.

Penting untuk diketahui bahwa gejala rabies tidak berkembang segera setelah seseorang digigit hewan penular rabies. Tapi, begitu gejala rabies (seperti demam tinggi, sakit kepala, linglung, kecemasan, hidrofobia, sensitif terhadap cahaya, dan perilaku agresif) muncul, kondisi biasanya menjadi fatal.  Oleh karenanya, jika Anda digigit hewan penular rabies, meskipun tak yakin, tetap penting untuk segera pergi ke dokter guna memastikan apakah hewan tersebut terinfeksi rabies atau tidak. Terlebih jika pada bagian tubuh Anda terdapat luka kulit terbuka.

Anda menjadi lebih berisiko terkena rabies jika memelihara anjing tapi tidak divaksinasi rabies, tinggal di lingkungan yang banyak kelelawar, bepergian ke negara dengan kasus rabies tinggi, dan sering mengonsumsi daging anjing. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here