Racun Dalam Pengharum Ruangan

SehatFresh.com – Kebutuhan orang akan pengharum atau penyegar udara dalam ruangan kini semakin meningkat seiring dengan perkembangan gaya hidup yang serba modern. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya produk pengharum yang bermunculan, dengan beragam pilihan merk dan jenis variasi aroma. Bagi Anda yang sering menggunakan pengharum ruangan, Anda perlu waspada. Pasalnya, tidak semua pengharum ruangan aman bagi kesehatan.

Aroma wangi dari pengharum ruangan memang memberi rasa nyaman dan menyegarkan ruangan. Namun, pada saat yang sama, racun yang mematikan akan terserap oleh tubuh. Aroma yang dihirup dari pengharum ruangan bisa mengakibatkan mual, pusing, pingsan, muntah-muntah, gangguan pernapasan dan bahkan dapat mengganggu pertumbuhan janin pada ibu hamil. Apabila kontak langsung dengan kulit, maka kulit bisa mengalami dermatitis dan iritasi.

Bahaya pengharum ruangan tergantung pada jenisnya dan bahan kimia aktif yang terkandung di dalamnya. Pengharum yang mudah menguap dapat berisiko lebih tinggi bagi tubuh apalagi jika terjadi kontak langsung dengan sistem pernapasan dan kulit. Umumnya, ada 2 jenis zat pewangi yaitu ada yang berbahan dasar air dan ada yang berbahan dasar minyak. Perbedaan keduanya adalah pada pewangi berbahan dasar air umumnya memiliki ketahanan aroma relatif singkat tapi lebih aman, namun bukan berarti tidak berisiko buruk.

Peringatan mengenai bahaya yang terkandung dalam produk pewangi seperti pengharum ruangan sebenarnya telah disuarakan oleh The Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat sejak 1938. The International Fragrance Association North America telah menerapkan larangan untuk pewangi yang mengandung musk ambrette, geranyl nitrile, serta 7-methyl coumarin. Larangan ini berlaku pula untuk pengharum ruangan gel yang mengandung zat-zat pengawet seperti formaldehyde dan methylchloroisothiozilinone.

Komponen zat kimia aktif dalam setiap pewangi berbeda-beda sehingga risiko dan bahayanya berbeda pula, tergantung komposisi bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Secara kasat mata, memang akan sulit untuk mengetahui mana pewangi yang aman dan mana yang berbahaya. Sebagai konsumen, Anda harus cermat dalam membaca label atau registrasi produk. Produk yang teregistrasi setidaknya dapat diminta pertanggunganjawabnya pada lembaga pengawas.

Pada prinsipnya, semua zat pewangi sintetis berisiko terhadap kesehatan terutama bagi anak-anak, ibu hamil, ataupun orang yang memang memiliki sensitifitas terhadap zat-zat pewangi. Saat ini, sekitar 80% saja zat pewangi yang beredar di pasaran masih belum teruji keamanannya. Maka dari itu, Anda dituntut menjadi konsumen yang cerdas dan bijak. Pewangi berbahan dasar air lebih aman digunakan meskipun ketahanannya hanya 3-5 jam. Kini juga telah tersedia pewangi ruangan cair bersama dengan alat penyemprotnya yang dapat diatur otomatis berdasarkan interval waktu. Jika Anda memang menyukai ruangan rumah yang wangi, sebaiknya atur interval penggunaan sesuai dengan daya tahan aroma wangi tersebut. Perlu diingat bahwa semakin sering Anda menyemprotkan pewangi, maka semakin banyak pula residu bahan kimia yang terserap oleh tubuh.

Membuat ruangan menjadi wangi memang membuat nyaman, namun hal tersebut perlu diimbangi pula dengan memilih bahan yang baik untuk kesehatan agar terhindar dari berbagai ancaman penyakit. Untuk menyegarkan ruangan dengan cara yang alami, Anda dapat menaruh bunga mawar atau bunga lavender di tengah ruangan rumah sebagai aroma terapi. Selain itu, bersihkanlah ruangan secara teratur dan buatlah sirkulasi udara yang cukup antar ruangan.

Sumber gambar : id.wikihow.com

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY