Ragam Pengobatan Hipertiroidisme pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hipertiroidisme adalah salah satu gangguan kesehatan pada kelenjar tiroid. Setiap orang memiliki kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher, tepatnya di atas tulang selangka. Kelenjar ini berperan penting dalam produksi hormon tiroid yang fungsinya mengatur metabolisme tubuh. Ketika seseorang menderita hipertiroidisme baik itu karena penyakit turunan ataupun gaya hidup, itu berarti kelenjar tiroidnya terlalu aktif sehingga memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin. Sebagai dampaknya, metabolisme akan meningkat secara signifikan dan menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba, detak jantung tidak teratur, kegugupan, dan mudah marah. Bahkan, pria yang menderita hipertiroidisme dilaporkan cenderung memiliki kualitas sperma yang buruk.

Seiring waktu, jika hipertiroidisme dibiarkan, dapat timbul berbagai komplikasi serius, antara lain masalah jantung, masalah mata, tulang rapuh, dan krisis tirotoksik yang mengancam jiwa. Oleh karenanya, segera periksakan jika Anda mengelami gejala-gejala hipertiroidisme, seperti nafsu makan meningkat tapi berat badan turun, detak jantung cepat, sering gugup dan cemas, buang air besar lebih sering dari biasanya, kelelahan dan sulit tidur. Dengan pemeriksaan dini, maka dapat segera diberikan penanganan yang tepat sehingga hipertiroidisme tidak berkembang semakin parah.

Hipertiroidisme dapat disembuhkan. Dalam penanganannya, tersedia berbagai metode pengobatan yang akan disesuaikan dengan usia, kondisi fisik, keparahan kondisi, dan pilihan pribadi dari pasien. Pilihan pengobatannya antara lain:

  • Iodium radioaktif. Ini merupakan senyawa iodium dalam bentuk radioaktif yang memiliki energi radiasi. Diberikan melalui mulut, iodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid dan membuat kelenjar menyusut sehingga gejalanya akan mereda. Pengobatan ini biasanya memakan waktu tiga sampai enam bulan. Meskipun terbukti aman, pengobatan ini dapat menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroidisme) sehingga Anda mungkin diberi resep obat yang diminum setiap hari guna mengganti hormon tiroksin yang kurang.
  • Obat anti-tiroid. Propylthiouracil dan methimazole (Tapazole) secara perlahan dapat meredakan gejala hipertiroidisme. Pengobatan ini setidaknya memakan waktu satu tahun atau bahkan lebih lama. Beberapa orang dapat sembuh total dengan obat-obatan tersebut, namun beberapa lainnya mungkin mengalami kekambuhan. Kedua obat tersebut juga termasuk obat keras yang dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius.
  • Tiroidektomi. Jika tidak memungkinkan untuk diberi pengobatan iodium radioaktif atau obat anti-tiroid, Anda mungkin disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan tiroid (tiroidektomi). Operasi ini dapat menimbulkan kerusakan pada pita suara dan kelenjar paratiroid yang berfungsi mengontrol kadar kalsium dalam darah. Setelah operasi, Anda mungkin harus mengonsumsi obat seumur hidup agar tubuh memiliki hormon tiroid dalam jumlah yang normal sehingga metabolism tubuh dapat berjalan dengan baik.

Penanganan untuk hipertiroidisme sangat memakan waktu bukan? Penyakit yang berkaitan dengan kelenjar tiroid mungkin tidak sepopuler penyakit jantung. Namun, peranan kelenjar tiroid sangat penting untuk menunjang fungsi sistem tubuh. Oleh karenanya, mulai sekarang jagalah kesehatan kelenjar tiroid dengan sebaik-baiknya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY