Raih kehamilan lewat proses inseminasi dalam rahim

Baru-baru ini ada pertanyaan masuk tentang kehamilan, dengan pertanyaan belum dikaruani keturunan setelah 5 tahun menikah. Apakah dengan program inseminasi dapat mempermudah terjadinya kehamilan ? , Simak jawaban di bawah ini.

Salah satu tujuan mulia dari pernikahan adalah mendapatkan keturunan. Hampir semua pasangan memiliki kecenderungan dan perasaan senang akan kehadiran anak. Akan tetapi jika dalam waktu lama pasangan suami istri belum dikaruniai anak, biasanya merasa khawatir tidak bisa memiliki keturunan. Sekarang tidak usah khawatir karena akhir-akhir ini dunia kedokteran di Indonesia mengalami kemajuan di bidang teknologi reproduksi berbantu.

Salah satu teknologi reproduksi berbantu adalah Inseminasi Intrauterin (IIU), juga dikenal sebagai inseminasi buatan. Tindakan ini merupakan salah satu kemajuan dunia kedokteran dalam bidang ketidaksuburan (infertilitas). Umumnya inseminasi dilakukan apabila terjadi masalah pada sperma misalnya kelainan pada gerakan dan bentuk sperma. Selain itu inseminasi dapat pula dilakukan pada infertilitas yang tidak terjelaskan sebabnya, endometriosis ringan, gangguan ovulasi, dan gangguan faktor serviks (adanya antibodi antisperma).

Sebagaimana disampaikan dr. Prima Progestian SpOG sebagai dokter kandungan di Rumah Sakit Muhamadyah Taman Puring di Jakarta saat ditemui SehatFresh,“Proses inseminasi adalah serangkaian tindakan dalam mempersiapkan sel telur dan sperma yang telah diproses sebelumnya (sperm washing) untuk dimasukkan ke dalam rahim melalui mulut rahim melalui alat tertentu”. Beliau menambahkan,” Tindakan ini umumnya dilakukaan apabila ditemukan masalah berat pada wanita dan progrm dimulai pada awal menstruasi (pada hari ke 2-3). Dokter akan memberikan obat melalui oral atau suntikan untuk memproduksi beberapa sel telur (superovulasi). Normalnya setiap bulan hanya ada satu sel telur yang berkembang dan siap dibuahi. Perkembangan sel telur akan dipantau melalui pemeriksaan USG transvaginal. Ketika mendekati waktu ovulasi yang ditandai dengan diameter kantung telur (folikel) mencapai 18-20 mm maka dokter akan memberikan obat untuk membantu mematangkan sel telur dan “memecahkan” folikel dengan suntikan hormon hCG (humanchorionic Gonadotropin)”.

Beliau juga menjelaskan bahwa,“Bersamaan dengan proses pematangan sel telur dilakukan persiapan sperma. Sperma diambil dengan masturbasi lalu dilakukan proses yang dinamakan “pencucian sperma. Tujuannya adalah memisahkan sperma dari sel mani dan memilih sperma yang baik dan gesit gerakannya. Proses pencucian sperma dilakukan dalam 1-2 jam sebelum tindakan. Sperma yang telah dicuci dimasukkan ke dalam rahim melalui kateter khusus pada saat terjadinya ovulasi (kurang lebih 36-40 jam setelah penyuntikan hormon hCG)”, saat di temui di rumah sakit tempatnya praktek.

Dr. Prima yang juga berpraktek di RSIA Brawijaya juga menambahkan, “Kalau Inseminasi intraurin merupakan tindakan yang cukup efektif untuk mengatasi infertilitas dan merupakan prosedur yang tidak terlalu rumit. IIU memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi bila dilakukan pada kasus yang tepat untuk kandidat yang tepat. Umumnya tindakan inseminasi dilakukan dalam 3-4 siklus berurutan. Apabila tidak berhasil maka angka keberhasilan pada inseminasi selanjutnya menurun. Secara umum keberhasilan IIU mencapai 20-40% tergantung dari kasus yang dihadapi”.

Sumber gambar : blog.awalbros.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY