Rambut Rontok dan Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tak hanya perut yang membesar, ibu hamil juga kerap mengalami rambut rontok, terutama ketika kehamilan memasuki trimester akhir atau setelah persalinan. Jika melihat siklusnya, 90 persen rambut tumbuh pada waktu tertentu, dan 10 persen sisanya sedang dalam fase istirahat. Setelah fase isitirahat, rambut biasanya rontok dan digantikan dengan yang baru. Di masa kehamilan, umumnya rambut menjadi lebih lebat karena wanita memproduksi lebih banyak hormon estrogen. Lonjakan hormon ini membuat siklus pertumbuhan rambut menjadi lebih panjang sehingga rambut yang rontok pun cenderung lebih sedikit. Namun, ibu hamil juga terkadang mengalami kerontokan rambut yang berlebihan. Apa penyebabnya?

  • Perubahan hormonal. Ketika terjadi perubahan hormonal yang dramatis, siklus pertumbuhan rambut dapat menjadi tidak teratur dan menyebabkan telogen effluvium, yang ditandai dengan kerontokan rambut yang berlebihan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan emosional yang dramatis terkait kehamilan dan biasanya membaik sendiri dalam dalam kurun waktu tiga bulan.
  • Kurang nutrisi. Kurangnya asupan zat besi pada ibu hamil dapat menyebabkan rambut rontok. Selain itu, kurang protein juga dapat menyebabkan memicu kerusakan rambut, salah satunya rambut rontok berlebihan.
  • Menderita penyakit. Beberapa penyakit yang diderita ibu dari masa sebelum hamil juga dapat memicu kerontokan rambut. Salah satu contohnya diabetes. Beberapa obat juga dapat menyebabkan hal serupa, diantaranya obat-obatan tertentu untuk hipertensi, kecemasan dan depresi.

Kerontokan rambut memang bukan keadaan gawat darurat. Namun, dikhawatirkan pula karena kekurangan nutrisi, tentunya lebih baik dikonsultasikan jika ibu hamil mengalami kerontokan rambut berlebihan. Untuk membantu mengatasi kerontokan, ibu hamil dapat menggunakan tonik rambut. Agar lebih aman, pilih yang berbahan dasar alami dan lebih baik dibuat sendiri. Rambut juga sebaiknya tidak diikat terlalu kencang karena hanya akan membuatnya mudah patah. Dan tak kalah penting untuk memerhatikan kecukupan nutrisi dari asupan makanan sehari-hari, terutama konsumsi buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.

Setelah melahirkan, jangan kaget jika rambut rontok lebih banyak. Ini wajar karena produksi estrogen kembali ke tingkat normal sehingga jumlah rambut rontok tampak lebih banyak dari biasanya. Terlebih bila sebagai ibu baru, para wanita yang belum lama melahirkan juga kerap dalam kondisi stres karena lelah sering bangun malam. Namun, kerontokan rambut biasanya membaik dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun setelah melahirkan. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY