Refleks Neonatal

SehatFresh.com – Periode neonatal merupakan masa awal perkembangan bayi di luar rahim ibu, yang dimulai sejak awal masa kelahiran hingga dua minggu setelah kelahiran. Pertumbuhan otak yang belum sempurna pada periode neonatal membuat kordinasi gerakan didominasi oleh gerak refleks. Refleks adalah tindakan yang merupakan sebuah respon terhadap rangsangan dan terjadi tanpa disadari. Bayi dilahirkan dengan serangkaian refleks unik yang dapat memberitahu dokter tentang kesehatan dan perkembangan mereka.

Beberapa refleks yang muncul pada periode neonatal, yaitu refleks genggaman, refleks Moro, refleks rooting, refleks langkah, refleks isap, refleks tonik leher dan refleks galant. Beberapa refleks tersebut diuji setelah lahir. Kriteria untuk mengukur refleks termasuk skor Apgar. Skor Apgar dapat menentukan apakah bayi yang baru lahir tampaknya sehat. Pengujian refleks neonatal bertujuan untuk melihat bagaimana bayi bereaksi terhadap rangsangan tertentu yang diberikan padanya.

  • Refleks genggaman : Refleks ini diuji dengan menempatkan jari ditelapak bayi yang terbuka. Bayi akan memegang jari dan bahkan dapat mencengkeram jari.
  • Refleks Moro : Refleks ini ditandai dengan gerakan lengan dan kaki ketika bayi yang baru lahir dikejutkan oleh suara atau gerakan keras.
  • Refleks rooting : Ketika pipi bayi dibelai, bayi akan mengubah arah pipi tersebut dan akan mengarahkan mulutnya untuk mendapat ASI. Begitu sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan, bayi akan memiringkan kepalanya ke arah sentuhan dengan mulut yang membuka.
  • Refleks langkah : Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak, lalu kakinya menyentuh bidang yang datar, kemudaian bayi akan meluruskan tungkainya seperti akan berdiri. Begitu tubuhnya dimiringkan ke depan, kakinya akan bergerak seperti ingin melangkah.
  • Refleks isap : Bila bibir bayi disentuh dengan ujung jari, bayi akan membuka mulutnya dan mulai menghisap. Ketika puting susu sang ibu masuk ke dalam mulutnya, bayi akan langsung menghisap ASI.
  • Refleks leher tonik : Seorang bayi menunjukkan refleks leher tonik ketika ia sedang berbaring dan kepala diputar perlahan ke samping. Jika kepala miring ke kiri, tangan kiri bayi akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya, begitu pula sebaliknya.
  • Refleks galant : Jika bayi diangkat dan ditelungkupkan dengan menahan bayi pada perutnya, dan menggosokkan jari telunjuk pada sisi sebelah kiri atau kanan punggungnya, maka tubuh bayi akan mengikuti arah gosokan jari tersebut.

Selain melihat ada tidaknya refleks, dokter juga akan memeriksa apakah gerak refleks bayi muncul secara simetris atau tidak. Seiring dengan pertambahan usia dan peningkatan kemampuan fungsi organ tubuhnya, beberapa refleks tersebut akan hilang, atau bisa juga berkembang menjadi gerakan yang lebih terkontrol.

Sumber gambar : www.parenting.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY