Remaja dengan Diabetes, Cenderung Mengalami Menstruasi yang Tidak Lancar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Selain dialami oleh orang dewasa atau lanjut usia diabetes juga dapat terjadi pada remaja. Diabetes juga bisa muncul pada anak yang masih berusia belasan tahun, hal ini dikarenakan oleh adanya faktor keturunan dari orang tuanya.

Jika diabetes dialami oleh remaja terutama pada perempuan kemudian menimbulkan penyakit dan menyebabkan  kondisi kesehatan terganggu, termasuk siklus menstruasinya.

Bagaimana diabetes mengganggu siklus mentsruasi pada remaja?

Perempuan yang mengalami diabetes di usia remaja maka kerap mengalami gangguan metabolisme pada tubuh. Salah satu dampak yang dapat ditimmbulkan adalah menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, jenis diabetes yaitu diabetes tipe 2 juga menyebabkan gangguan pada sebelum mensruasi dan saat menstruasi berjalan. Hal ini juga dapat menyebabkan keseimbangan kadar gula yang tidk terkontrol dan merasakan nyeri yang tidak tertahankan.

Tanda dan gejala diabetes pada wanita

  1. Infeksi ragi dan luka pada vagina yang berulang

Gejala diabetes pada wanita bisa diawali dengan adanya infeksi jamur pada vagina. Gejala wal dapat meliputi, gatal, nyeri, keputihan dan merasa sakit saat berhubungan intim. Infeksi pada vagina biasanya disebabkan leh jamur candida yang berlebihan karena dipicu kadar glukosa tubh yang teralu tinggi. Infeksi yang berulang dapat menyebabkan luka oada vagina.

  1. Mengalami ISK berulang

Resiko terkena infeksi saluran kencing (ISK) pada wanita akan meningkat jika anda memiliki diabetes. ISK terjadi karena adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih. Infeksi ini akan menyebabkan buang air kecil terasa sakit bahkan hingga kencing berdarah.

  1. Mengalami disfungsi seksual

Neuropati diabetik dapat menjadi salh satu diabetes pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika glukosa darah tinggi yang dapat merusak serabut di beberapa bagian tubuh yang menyebabkan kesemutan dan menurunnya sensasi yang dirasakan, termasuk tangan, kaki maupun sensasi pada vagina dan menurunkan kondisi seksual pada wanita.

  1. Sindrom ovarium polikistik

Wanita yang mengidap gejala diabetes juga dapat mirip dengan penderitasindrom ovarium polikistik (PCOS). Kelainan ini terjadi jika kelenjar adrenal menghasilkan hormon  pria yang lebih tinggi dan terjadi resistensi insulin. Tanda anda mengalami sindrom ini dapat meluputi jadwal menstruasi  yang tidak teratur, berat badan bertambah, jerawat dan bahkan merasa depresi.

Cara mencegah diabetes pada remaja

Untuk mencegah gangguan menstruasi, anda perlu mengurangi risiko diabetes pada remaja perempuan. jika anda telah mengetahui adanya gejala diabetes maka mulailah dengan mengatur pola makan dan gaya hidup yang sehat. Mengurangi asupan gula untuk mencegah terjadinya kenaikan gla darah.

Usahakan untuk melakukan olahraga, karena kondisi diabetes bisa diturunkan dengan melakukan olahraga rutin. Hal ini dikarenakan tubuh yang bergerak akan mengalami metabolisme yang berjalan dengan lancar sehingga risiko terjadinya diabetes akan menurun.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here