Remaja Penyendiri Apakah Termasuk Gangguan Kepribadiankah?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Karakter seseorang sangat mungkin berbeda dengan orang lain berapapun usia orang tersebut. Begitu pula saat seseorang beranjak remaja, ada remaja periang, aktif secara sosial atau malah lebih suka menyendiri. Remaja penyendiri memang sedikit aneh bila berkaca pada kebanyakan remaja. Lantas, apakah penyendiri termasuk gangguan kepribadian?

Penyendiri dalam tingkat tertentu–bukanlah suatu gangguan kepribadian. Namun, beda halnya dengan schizoid. Schizoid merupakan salah satu gangguan kepribadian yang masuk ke dalam kategori gangguan kepribadian paranoid dan juga schizotypal. Gangguan kepribadian schizoid ini merupakan gangguan kepribadian. Mereka yang mengalami gangguan ini cenderung menarik diri dari dunia sosial dalam waktu yang lama. Penarikan sosial ini disebabkan oleh tidak adanya minat untuk interaksi sosial dan bukan disebabkan oleh trauma ataupun karena fobia sosial.

Ketika bertemu dengan mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid, biasanya kebanyakan orang melihat bahwa mereka adalah orang yang:

  • Penyendiri secara ektrem
  • Tidak pernah mau bergaul
  • Introvert
  • Muda sakit dan lemah
  • Mengucilkan diri sendiri
  • Topik berbicara yang tidak lazim dan membingungkan

Meskipun sering dianggap sebagai orang yang penyendiri, namun bukan berarti mereka yang penyendiri adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian schizoid. Orang yang mengalami gangguan kepribadian schizoid adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki minat terhadap aspek sosial. Dengan kata lain, gangguan kepribadian schizoid adalah jenis kepribadian introvert yang sangat ekstrem dan tidak mau melakukan hubungan sosial. Jadi, schizoid sedikit berbeda dengan introvert. Bedanya adalah introvert yang normal masih memiliki minat sosial yang tinggi.

Walaupun tidak termasuk gangguan kepribadian, seorang remaja yang penyendiri tak terlepas dari apa yang terjadi atau dialaminya sejak anak-anak. Apa yang terbentuk pada masa anak-anak akan cenderung menetap dan sulit untuk berubah. Sikap-sikap yang terbentuk ketika anak masih kecil akan menjadi pola yang dipakai ketika ia memasuki usia remaja. Oleh karena itu, orangtua harus memperhatikan pola asuh kepada anak-anaknya guna membentuk karakter si buah hati.

Pasalnya, pola asuh yang keliru bisa membuat anak penyendiri. Bukan tak mungkin, remaja yang lebih suka menyendiri akan memiliki konsep rendah diri.

Rasa percaya diri anak akan bertambah atau berkurang sejalan dengan pengalaman anak. Jika pengalaman menyenangkan, ia akan memiliki gambaran diri yang positif. Sebaliknya, kalau ia sering mendapat perlakuan buruk, ia akan mengembangkan konsep diri yang rendah.

Konsep diri rendah akan mempengaruhi sosialiasi dan prestasi sekolah anak. Anak jadi pendiam dan menarik diri dan sulit berkonsentrasi di sekolah. Namun, ini tidak berlaku universal. Banyak juga contoh nyata orang penyendiri menuai kesuksesan di dalam hidupnya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here