Risiko Hamil Diatas Usia 35 Tahun

0
191
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Di zaman serba modern ini, banyak wanita yang terlalu sibuk dengan impian dan tujuan karirnya hingga mengesampingkan pernikahan dan kehamilan. Padahal wanita mempunyai batas usia produktifitas. Banyak wanita yang mempertanyakan mengapa hamil di usia 35-an atau 40-an dianggap memiliki risiko tinggi.

Usia 21-35 tahun adalah usia yang ideal untuk kehamilan Ketika usia kita mulai menginjak angka 30, kesuburan seorang sudah mulai menurun secara perlahan. Usia Itulah yang menyebabkan wanita yang sudah berusia 35 tahun ke atas biasanya akan mengalami kesulitan untuk bisa hamil dengan cepat. Menurunnya kesuburan ini disebabkan oleh sel-sel telur yang juga ikut menua sehingga semakin sulit untuk dibuahi. Di atas usia 35 tahun, ada beberapa risiko kehamilan baik itu bagi sang ibu maupun bayi Tapi, tanpa mengabaikan resiko-resiko tersebut, wanita yang berusia di atas 35 tahun masih bisa menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sempurna.

Hamil di usia mapan membawa berbagai risiko baik bagi ibu maupun bayi itu sendiri. Sel telur sudah ada di dalam organ reproduksi sejak dilahirkan. Setiap bulan sel telur tersebut dilepaskan satu per satu karena sudah matang. Umur yang semakin tua berarti bahwa sel telur juga semakin menua. Kehamilan menjadi berisiko karena sel telur ada kemungkinan terpapar berbagai radiasi. Kualitas sel telur yang semakin menurun berpotensi menyababkan bayi lahir cacat. Tidak hanya cacat fisik, bayi juga berisiko mengalami Down Syndrome (kelemahan motorik, IQ rendah).

Semakin tua usia seorang wanit hamil, semakin besar kemungkinan risiko yang terjadi. Kelainan yang ditimbulkan akibat hamil di usia paruh baya adalah kelainan kromosom. Pada kehamilan menjelang usia 35 hingga 40-an, sel telur yang akan dilepas bukan lagi sel telur yang subur dan sehat. Hal tersebut berpotensi terhadap kelainan kromosom yang semakin meningkat. Wanita usia paruh baya sudah harus berhati-hati ketika hamil karena kesehatan reproduksi wanita pada usia ini menurun.

Selain itu, kehamilan pada usia paruh baya juga bisa menyebabkan rentannya keguguran di mana janin meninggal dalam rahim atau lahir mati. Risiko akan semakin meningkat jika Anda mengidap penyakit ginjal dan hipertensi. Risiko bisa diderita ketika bayi pada usia kandungan yang cukup matang. Menginjak usia 40 tahun, risiko semakin bertambah karena pada usia ini, penyakit-penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan diabetes mulai muncul.

Banyak wanita yang hamil di usia mapan dapat melahirkan anak tanpa masalah. Tapi, ada juga yang harus mengalami risiko berat baik sebelum maupun sesudah melahirkan. Wanita yang hamil di usia mapan perlu menjalani pemeriksaan kandungan dengan diagnosis prenatal. Hal ini ditujukan untuk mendeteksi adanya kelainan sejak dini. Wanita hamil, terutama wanita dengan kehamilan berisiko, harus mendapat asupan makanan yang kaya asam folat, kalsium, zat besi, dan protein. Menjauhi stress dan membiasakan gaya hidup yang sehat akan meningkatkan peluang untuk memiliki kehamilan yang sehat dan mengurangi risiko hamil di usia tua. Anda juga tidak boleh minum alkohol, menggunakan narkoba, merokok atau bahkan terkena paparan asap rokok sekalipun.

Sumber gambar : tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY