Risiko Kesehatan pada Anak Dengan Kondisi Stunting

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Menurut Manary dan Solomons menyatakan bahwa yang dimaksud dengan stunting yaitu suatu kondisi tubuh dengan tinggi badan yang berukuran pendek dan bahkan sangat pendek sehingga telah melampaui defisit. Definisi lain yang menyatakan bahwa stunting yaitu suatu keadaan pertumbuhan linear yang gagal untuk mencapai potensi genetik yang disebabkan oleh penyakit dan pola makan yang buruk (Fitri, 2012). Kondisi tersebut memiliki resiko yang berpengaruh buruk pada kesehatan anak. Berikut ini beberapa resiko kesehatan yang diakibatkan dari kondisi stunting, diantaranya:

  1. Terganggunya kemampuan otak

Kondisi stunting sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan otak yang kurang berkembang. Kondisi ini tentunya akan mengakibatkan dampak yang lebih serius seiring bertambahnya usia yaitu anak mengalami kemampuan mental dan kesulitan untuk belajar sehingga anak akan memiliki prestasi yang buruk di sekolah. Pernyataan tersebut dibuktikan oleh pernyataan seorang dokter spesialis anak yang bernama dr Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM yang menyatakan bahwa kondisi stunting pada anak kurang gizi akan menyebabkan kerusakan sel otak. Hal ini menyebabkan terganggunya perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak yang mengalami stunting menjadi rendah karena anak tersebut kehilangan 5-11 poin nilai IQ. Dampak tersebut tentunya membuat anak tidak dapat berprestasi di sekolah dan meningkatkan resiko anak tidak mengalami naik kelas sekitar 16%.

  1. Kemampuan kognitif yang melemah

Dampak terjadinya stunting pada anak dapat mengakibatkan kemampuan kognitif yang melemah dan tentunya ini sangat beresiko untuk kesehatan dan kemampuan anak.

  1. Mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan

Kondisi stunting pada anak akan berdampak pada saat dewasa nanti yaitu anak tersebut akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Pernyataan tersebut memanglah suatu dampak stunting yang sangat logis karena pada kenyataannya di zaman sekarang hampir seluruh jenis pekerjaan mempertimbangkan tinggi badan seorang pekerja. Selain itu peryataan tersebut dibuktikan juga oleh pernyataan seorang dokter spesialis anak yang bernama dr Utami Roesli SpA, IBCLC, FABM yang menyatakan bahwa stunting pada anak akan membuat produktivitas kemampuan bersaing anak menjadi rendah hal ini dikarenakan pendapatan anak stunting dapat menurun hingga 20%.

  1. Gangguan pertumbuhan

Anak yang mengalami stunting akan mengalami gangguan pertumbuhan pada generasi berikutnya dengan kata lain anak yang mengalami stunting setelah dirinya menikah maka akan menurunkan kondisi kekerdilan tersebut kepada anak keturunannya. Istilah ini dapat disebut dengan siklus kekurangan gizi antar generasi.

  1. Resiko mengalami penyakit infeksi

Kondisi stunting pada anak akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit infeksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak mengalami stunting. Menurut pernyataan dr Utami Roesli SpA menjelaskan bahwa stunting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga anak akan mudah mengalami penyakit infeksi.

  1. Mengalami berbagai penyakit kronis

Menurut Anung Sugihantoro selaku Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat menyatakan bahwa kondisi stunting akan menyebabkan terganggunya sistem pencernaan yang mengakibatkan anak akan mengalami obesitas. Kondisi obesitas pada anak akan beresiko mengalami terjadinya diabetes. Selain itu kondisi stunting akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit hipertensi, jantung dan kanker.

  1. Dampak lainnya

Stunting pada anak akan mengakibatkan anak mudah lelah dan tidak lincah dibandingkan dengan anak di seusianya. Selain itu seorang anak wanita yang mengalami stunting komplikasi pada saat persalinan dan akan beresiko melahirkan anak dengan berat badan rendah. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here