Resiko pada Bayi Jika Kekurangan Gizi Selama Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan dan gizi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, selama masa kehamilan Anda membutuhkan nutisi bergizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dua orang sekaligus. Apabila status gizi ibu baik selama masa kehamilan, maka nantinya bayi juga akan tumbuh dengan baik di dalam kandungan.  Ibu perlu untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gizi, gizi yang baik berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Ibu hamil juga membutuhkan cairan yang cukup, yakni 8 gelas air mineral per harinya dan susu juga membantu dalam memenuhi kebutuhan asam folat. Selain diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan janin, kesehatan ibu juga akan terjaga.

Ada suatu kondisi dimana ibu mengalami kekurangan gizi dan tidak dapat mencukupi kebutuhannya dan janinnya, faktor tersebut dapat berasal dari kondisi ibu yang memang menderita suatu penyakit tertentu dan juga karena faktor gaya hidup. Untuk saat ini kita dikhawatirkan oleh jenis makanan dan minuman cepat saji yang saat ini marak diperjual belika, selain itu juga ada jenis makanan yang diproses lama (nugget, kalengan, sosis). Apabila makanan tersebut dikonsumsi secara terus menerus tanpa diselingi makanan yang bergizi, bisa jadi ibu hamil akan mengalami kekurangan gizi.

Tentu saja efek terburuk dari kekurangan gizi selama kehamilan adalah pada bayi. Berikut ini adalah sederet resiko pada bayi jika ibu mengalami kekurangan gizi selama kehamilan.

  1. Kematian janin dalam kandungan

Janin yang kekurangan asupan gizi di dalam kandungan beresiko tidak hidup. Janin di dalam kandungan akan melemah karena tidak mendapat pasokan gizi yang cukup. Kematian janin di dalam kandungan dapat terjadi di trimester awal.

  1. Pertumbuhan janin terhambat

Proses pertumbuhan janin sebenarnya berlangsung cepat jika didukung dengan faktor nutrisi yang bergizi dan sehat, namun karena kurangnya gizi pada janin, pertumbuhannya akan mengalami kelambatan jika dibandingkan dengan usia kehamilan. Kondisi ini dapat berlangsung pada trimester kedua.

  1. Kelainan pada organ

Janin yang sudah memasuki trimester kedua akan mulai terjadi proses pembentukan organ-organ tubuh yang lebih kompleks. Namun, karena kurangnya asupan gizi, pertumbuhan organ berlangsung kurang baik. Resiko yang dapat terjadi yakni adanya kelainan pada organ-organ janin, yang nantinya akan menyebabkan masalah fatal.

  1. Bayi lahir prematur

Kekurangan gizi dapat membuat ketahanan bayi menurun, bayi yang seharusnya berada di dalam kandungan selama 9 bulan dengan kurangnya gizi maka akan beresiko lahir kurang dari waktu normal.

  1. Bayi lahir dengan kelainan (cacat) fisik

Beberapak kasus kelahiran bayi yang cacat secara fisik diakibatkan karena faktor gizi yang kurang baik saat kehamilan. Kemungkinan dari kelahiran bayi yang cacat secara fisik adalah karena saat kehamilan kurangnya asam folat. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here