Risiko Anak Sekolah yang Tidak Sarapan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sudah kita ketahui bahwa sarapan sangat penting bagi tubuh dan diperlukan agar dapat memenuhi kebutuhan energi harian sehingga dapat melakukan aktivitas dengan baik. Selain itu, sarapan juga memiliki manfaat lainnya seperti meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan anak, menanamkan kebiasaan disiplin, mempertahankan status gizi normal, hingga menurunkan risiko kejadian beberapa penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung koroner dan stroke.

Tetapi sayangnya masih saja banyak yang tidak melakukan sarapan salah satunya anak sekolah. Di indonesia banyak sekali anak sekolah yang tidak mau melakukan makan pagi, dibuktikan pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 sekitar 17-59 persen siswa sekolah tidak terbiasa sarapan. Padahal jika anda melewatkan sarapan, akan banyak sekali risiko yang menganggu kesehatan tubuh anda. Risiko yang didapatkan oleh anak sekolah yang tidak sarapan antara lain:

  1. Mudah lelah

Anak menjadi mudah lelah karena saat pagi hari dia tidak memperoleh pasokan nutrisi yang cukup untuk menghasilkan energi. Sehingga pada siang harinya ia akan merasa lelah karena tidak ada cadanhan energi di dalam tubuh akibat tidak sarapan.

  1. Kemampuan kognitif menurun

Anak yang tidak sarapan akan mengalami penurunan kemampuan kognitifnya. Hal itu dijelaskan pada penelitian Centers for Disease Control yang melakukan studi terhadap program sarapan sekolah. Hasilnya anak yang tidak sarapan akan mengalami penurunan kemampuan kognitif berupa sulit dan lambat dalam menerima pelajaran. Sulit dan lebih lambat dalam memecahkan masalah, dan ingatannya menurun.

  1. Risiko peningkatan berat badan

Yang kita ketahui tidak makan mungkin akan menurunkan berat badan. Namun berbeda jika anda tidak makan pagi justru berisiko meningkatkan berat badan yang bisa menyebabkan obesitas. Hal ini terjadi karena meninggalkan sarapan justru akan membuat anda merasa sangat lapar saat siang atau malam hari dan waktu itu anda akan makan banyak yang menyebab peningkatan berat badan.

Rasa lapar tersebut muncul karena insulin dan gula darah keseimbangannya mengalami gangguan akibat tidak sarapan  dan membuat tubuh lapar terus-menerus yang akhirnya membuat kita makan lebih banyak.

  1. Sindrom metabolik

Melewatkan sarapan ternyata juga akan meningkatkan risiko anak untuk mengalami sindrom metabolik. Sindrom metabolik yang menyerang anak-anak biasanya akan terlihat kelak saat mereka sudah dewasa.

Namun mencegahnya dari sekarang adalah pilihan yang baik. Karena sindrom metabolik yang dibiarkan akan menyebabkan terjadinya penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung dan ganggunhan sistem kardiovaskular lainnya. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here