Risiko Bayi Tidur Tengkurap

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidur adalah aktivitas yang paling sering dilakukan oleh bayi, karena sangat bermanfaat. Selain merangsang perkembangan otak, ketika tidur hormon-hormon pertumbuhan juga dikeluarkan oleh tubuh. Alhasil semakin bayi nyenyak tidur, maka perkembangan dan pertumbuhan otak akan maksimal. Dampaknya ketika sudah besar, bayi akan tumbuh menjadi anak yang memiliki daya tangkap baik.

Bayi tidur dengan posisi tengkurap, masih menimbulkan perdebatan

Saat bayi sedang tidur, hormon-hormon pertumbuhan akan bekerja secara maksimal dalam memperbaiki sel-sel di dalam tubuh. Oleh karena itu orang tua harus pandai dalam memilih posisi tidur bayi, sehingga memberikan rasa nyaman ketika tidur. Lantas bagaimana dengan posisi tidur bayi yang terkurap? Apakah diperbolehkan?

Posisi tidur tengkurap pada bayi, rupanya masih menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Pasalnya ada yang beranggapan bahwa tidur tengkurap menjadi salah satu faktor penyebab kematian mendadak bagi bayi. Namun di sisi lain ada pula yang beranggapan bahwa tidur tengkurap mempunyai berbagai manfaat bagi bayi. Lantas apa bahayanya jika bayi tidur dengan posisi tengkurap?

Bahaya bayi tidur dengan posisi tengkurap

  1. Tidur dengan posisi tengkurap dapat mengganggu sistem pernafasan bayi. Posisi tengkurap menyebabkan wajah terhalang oleh alas, sehingga hidung sebagai alat pernafasan jadi tertutup. Kondisi tersebut bisa menyebabkan bayi mengalami kesulitan saat bernafas. Posisi tengkurap juga dapat membuat dada bayi berubah fungsi menjadi penopang tubuh. Situasi ini dapat menyebabkan dada tertekan dan sulit mengembang, sehingga bayi mengalami sesak nafas.
  2. Tidur dengan posisi tengkurap dapat menghambat kinerja otak. Saat tidur dengan posisi tengkurap, organ tubuh bayi bisa saja tertekan oleh berat badannya sendiri. Kondisi ini bisa mengakibatkan peredaran darah terganggu karena tekanan berat badan bayi. Akibat peredaran darah tertanggu, pasokan darah yang menuju otak juga ikut terganggu.
  3. Tidur dengan posisi tengkurap dapat menurunkan kerja jantung. Ketika bayi tidur dengan posisi tengkurap, maka jantung juga akan tertindih oleh tubuh. Kondisi tersebut akan menyebabkan jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah. Apabila situasi ini dilakukan terus-menerus, maka bisa saja bayi mengalami lemah jantung.
  4. Tidur dengan posisi tengkurap dapat menyebabkan pegal-pegal. Posisi tengkurap bisa menyebabkan rasa sakit atau pegal pada bayi. Bagian tubuh yang biasanya mengalami bagian tubuhnya seperti leher, pundak, atau pinggang. Pasalnya dengan posisi tengkurap, bayi akan menolehkan kepalanya ke kiri atau ke kanan. Alhasil ketika bangun tidur, leher dan pundak bayi akan terasa pegal.
  5. Tidur dengan posisi tengkurap dapat menyebabkan terganggunya sistem syaraf. Siapa sangka jika tidur tengkurap dapat mengakibatkan syaraf bayi terjepit. Hal itu terjadi karena saat tengkurap, syaraf-syaraf di tubuh bayi menjadi tertekan. Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus, bisa saja syaraf bayi tidak berfungsi seperti sediakala. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here