Risiko Kanker Serviks di Masa Kehamilan

Pregnant belly isolated against white background

SehatFesh.com – Kanker serviks atau mulut rahim merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi ancaman bagi kaum wanita. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang serviks yang berada tepat di bawah uterus atau kandungan. Berbeda dengan kanker payudara yang risikonya menurun ketika seorang wanita hamil, kemungkinan kanker serviks menyerang wanita hamil sama besarnya dengan wanita yang sedang tidak hamil. Pengembangan kanker ini utamanya disebabkan oleh adanya virus HPV atau human papilloma virus yang menginfeksi mulut rahim. Virus tersebut bisa menular melalui hubungan seksual. Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan hormon yang terjadi pada saat kehamilan bisa membuat leher rahim menjadi lebih rentan terhadap efek HPV.

Kanker serviks memberikan pengaruh buruk pada kehamilan, persalinan dan nifas. Kanker serviks dapat berakibat sulit hamil, infeksi, perdarahan dan abortus. Kanker serviks di masa kehamilan dapat menyebabkan terhambatnya proses perkembangan janin. Organ janin kemungkinan besar tidak akan tumbuh dengan normal dikarenakan adanya neoplasma. Lebih buruknya lagi, kanker serviks bisa menyebabkan terjadinya kematian pada janin ada di dalam kandungan.

Apabila seorang wanita hamil didiagnosa mengidap kanker serviks, tindakan penanganan yang harus diambil sangat tergantung pada usia kehamilannya. Kemungkinan terburuk adalah harus dilakukannya pengangkatan janin. Ketika melangsungkan persalinan, persalinan tersebut tidak akan berjalan normal, karena adanya gangguan yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel kanker. Setelah ibu hamil berhasil melahirkan dan mengalami masa nifas, besar kemungkinannya ibu akan sering mengalami infeksi.

Kanker serviks pada kehamilan merupakan tantangan klinis. Setelah diagnosis, stadium, dan keparahan kanker diketahui, maka diperlukan pendekatan multidisiplin. Keputusan mengenai waktu pengobatan dan persalinan memerlukan pertimbangan yang cermat. Menunda pengobatan mungkin membawa risiko tambahan dari perkembangan tumor, meskipun keterlambatan dalam pengobatan definitif dianggap memungkinkan. Penundaan pengobatan mungkin disarankan jika ukuran tumornya kecil dan keagresifannya rendah.
Jika dokter menemukan kanker serviks pada tahap awal, Anda masih mungkin untuk menjalani kehamilan yang “aman”. Pengobatan akan ditunda sampai beberapa minggu setelah bayi dilahirkan. Histerektomi (pengangkatan rahim dan leher rahim) atau biopsi pengangkatan bagian serviks kemungkinan menjadi pilihan pengobatan. Hal ini tergantung pada seberapa luas kanker telah menyebar. Bagi wanita dengan kanker serviks lanjutan, keputusan pengobatan akan menjadi lebih kompleks. Pilihan pengobatan mungkin mengharuskan Anda menghentikan kehamilan jika sel kanker bersifat agresif atau atau jika kanker didiagnosis pada usia kehamilan sangat dini.

Sumber gambar : vefucuvoc.blog.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY