Risiko Kesehatan Akibat Penggunaan Barang Plastik

SehatFresh.com – Minuman dalam botol plastik memang kerap dipilih karena kepraktisannya. Bentuk botol plastik yang unik serta minimalis tidak jarang membuat orang-orang menyimpan botol tersebut untuk kembali digunakan. Tanpa disadari kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Botol plastik bekas yang digunakan berulang-berulang berpotensi menyebabkan penyakit. Mulai dari penurunan daya tahan tubuh hingga pengembangan berbagai jenis kanker tertentu seperti kanker payudara dan prostat.

Bila kita jeli, dicantumkan kode dan label pada bagian bawah botol yang menginformasikan bahwa botol tersebut tidak dianjurkan untuk digunakan berulang kali. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu dan kurang peduli dengan label tersebut. Umumnya, label pada botol tersebut ditandai dengan logo dan angka yang memang kurang begitu umum di mata banyak orang.

Berikut sekilas tentang label pada botol plastik yang penting untuk diketahui:

  1. PET (Polyethylene Terephthalate)

Tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate). Plastik jenis ini biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih, transparan atau tembus pandang seperti botol air mineral. Botol jenis ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Bila terlalu sering dipakai apalagi digunakan untuk menampung air hangat apalagi panas, maka lapisan polimer pada botol tersebut bisa meleleh dan mengeluarkan zat pemicu kanker.

  1. HDPE (High Density Polyethylene)

Plastik jenis ini ditandai dengan simbol 2 di tengahnya, serta tertera tulisan HDPE (high density polyethylene). Plastik jenis ini ini tidak dianjurkan untuk dipakai berulang kali. Bahan plastik ini memang dapat mencegah terjadinya reaksi kimia dengan makanan atau minuman yang dikemasnya, tetapi seiring waktu pelepasan senyawa antimoni trioksida dapat terus meningkat sehingga berbahaya bagi kesehatan.

  1. V (Polyvinyl Chloride)

Plastik yang ditandai dengan simbol 3 di tengahnya (bisanya berwarna merah), serta tulisan V yang berarti PVC (polyvinyl chloride), merupakan jenis plastik yang paling sulit untuk didaur ulang. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke dalam makanan bila dipanaskan. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya bagi hati dan ginjal.

  1. LDPE (Low Density Polyethylene)

Ditandai dengan simbol 4 serta tulisan LDPE – LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic atau dibuat dari minyak bumi). Plastik jenis ini biasa dipakai untuk tempat makanan dan plastik kantong belanja. Tipe ini memiliki daya proteksi terhadap uap air yang baik, namun kurang baik untuk gas-gas yang lain seperti oksigen.

  1. PP (Polypropylene)

Ditandai dengan angka 5 serta tulisan PP – PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan dan botol minum. Bahan ini umumnya memiliki daya tembus uap yang rendah, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, lebih stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Tipe ini merupakan yang paling aman untuk digunakan sehari-hari.

  1. PS (Polystyrene)

Plastik jenis ini ditandai dengan angka 6 serta tulisan PS – PS (polystyrene). PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan Styrofoam dan tempat minum sekali pakai. Jika dipakai menampung bahan panas, maka dapat menghasilkan zat bernama styrene yang dapat memicu kanker, menggangu kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yg berakibat pada masalah reproduksi, menggangu pertumbuhan dan sistem saraf.

Botol plastik adalah bahan yang sulit diurai di alam dan telah menjadi bagian dari masalah pencemaran lingkungan yang kini makin parah. Mengurangi pemakaian botol plastik akan jauh lebih aman dan sehat.  Sebaiknya, minimalisir penggunaan minuman mineral botol dan memakai tempat minum lain yang lebih aman. Membawa air dari rumah juga bisa membuat kesehatan lebih terjaga dan lebih hemat pengeluaran.

Sumber gambar : teguhaditya.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY