Risiko Komplikasi pada Kehamilan Kembar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kondisi kehamilan kembar adalah hal yang membahagiakan bagi calon orang tua. Namun, kehamilan kembar juga bisa menimbulkan beberapa risiko yang harus diantisipasi sejak dini oleh orang tua. Kebanyakan seorang Ibu yang mengandung lebih dari satu bayi memang biasanya memiliki risiko komplikasi yang tinggi. Semakin banyak bayi yang dikandung, semakin tinggi pula risiko komplikasinya.

Risiko yang paling mungkin terjadi saat kehamilan kembar adalah melahirkan bayi prematur dan kondisi ini bisa menambah risiko pada masalah kesehatan bayinya. Komplikasi yang paling umum terjadi pada ibu hamil yang mengandung anak kembar antara lain:

  1. Preeklampsia, ini biasanya terjadi pada 10 sampai dengan 15 persen wanita yang mengandung bayi kembar, dua hingga tiga kali melebihi wanita yang mengandung janin tunggal. Preeklampsia merupakan kondisi dengan ciri tekanan darah dan protein yang tinggi di dalam urin, ginjal serta hati yang abnormal. Konsidi ini bisa mempengaruhi organ lain, serta menyebabkan masalah serius yang dapat mengancam keselamatan.
  2. Diabetes gestasional. Ini adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita yang mengandung bayi kembar. Seorang Ibu yang mengalami diabetes gestasional akan dipantau dengan seksama oleh dokter. Jika mengalami diabetes gestasional, Ibu harus menjaga tingkat gula darah dengan pola makan yang baik serta olahraga. Diabetes yang tidak terkontrol memiliki konsekuensi serius untuk ibu dan bayinya.
  3. Plasenta abrupsi merupakan kondisi dimana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum kelahiran. Hal ini juga mungkin terjadi ketika Ibu mengandung lebih dari satu bayi. Plasenta abrupsi bisa terjadi kapan saja pada masa kehamilan dan dapat memicu masalah pertumbuhan, kelahiran prematur, atau kelahiran mati. Pada kehamilan kembar, abrupsi bisa terjadi segera setelah bayi pertama lahir secara vaginal. Ketika abrupsi terjadi, bayi lainnya harus dilahirkan melalui operasi sesar.
  4. Berat badan rendah. Pada kehamilan kembar, biasanya bayi yang lahir nantinya tidak memiliki berat badan yang cukup ketika lahir. Jika bayi rata-rata memiliki berat badan sekitar 3,18 kg ketika lahir, maka bayi kembar dua berat badannya sekitar 24,9 kg dan bayi kembar tiga otomatis memiliki berat badan lebih rendah lagi. Bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2,4 kg dianggap memiliki berat badan lahir rendah dan hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan meskipun si bayi tidak lahir dengan prematur. Selain itu, bayi yang berat badannya rendah juga memiliki kemungkinan masalah kesulitan dalam bernapas, tidak siap melawan infeksi serta mengontrol suhu tubuh. Karenanya, kebanyakan bayi dengan berat badan lahir rendah harus menghabiskan waktu di ruang neonatal intensif care sebelum dibawa pulang.
  5. Sindrom transfusi kembar ke kembar. Ini adalah komplikasi serius yang dapat terjadi pada kembar identik ketika aliran darah dari satu bayi ke bayi yang lain melalui plasenta yang sama. Sebanyak 10 hingga 15 persen bayi kembar identik mengalami sindrom ini. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan bedah laser untuk menutup penghubung antara pembuluh darah bayi. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here