Risiko Menelan Sperma

SehatFresh.com – Pada beberapa pasangan yang melakukan oral seks, dari pihak pasangan ada yang sengaja (atau tidak sengaja) melakukan menelan sperma dari pasangannya. Banyak hal yang mendasari alasan untuk melakukannya, mulai dari sekedar variasi, kepuasan bahkan kecantikan. Pernahkah Anda mendengar mendengar mitos bahwa menelan sperma dapat membuat wanita awet muda atau membuat kulit menjadi kencang?

Dalam pandangan medis, air mani merupakan substansi biologis yang dikeluarkan oleh pria untuk membuahi sel telur wanita. Dalam bukunya yang berjudul Essential Reproduction (2000), Johnson dan Everitt mengungkapkan bahwa air mani mengandung zat gizi yang tinggi. Dalam ejakulasi khas (setara satu sendok teh), air mani sudah mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen kalium, tembaga dan seng (dalam AKG US).

Kandungan gizi tersebut membuat banyak orang berasumsi bahwa sperma yang ditelan bisa membuat wanita awet muda. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan bahwa menelan sperma bisa menghambat proses penuaan. Efek yang mungkin bisa ditimbulkan setelah menelan sperma hanya dampak secara psikis, di mana wanita merasa bahagia karena berhasil memuaskan pasangannya.

Menelan air mani bisa menjadi berisiko karena bisa membawa infeksi menular seksual. Contoh yang paling umum adalah infeksi menular seksual seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus), virus hepatitis B dan C, herpes, dan klamidia. Terlebih bila ada luka terbuka atau area mulut atau tenggorokan yang memiliki lecet atau luka. Hal ini bisa membuat risiko penularan menjadi lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, ada yang alergi terhadap cairan sperma atau air mani. Meski jarang terjadi, beberapa orang akan mengalami gejala, seperti flu, mual, nyeri, gejala fisik, sakit kepala, dan reaksi lainnya. Oleh karena itu sebaiknya dihindari menelan cairan sperma guna terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, terlebih bila Anda ragu dengan kondisi kesehatan pasangan Anda.

Menelan air mani tidak menyebabkan kehamilan

Kehamilan terjadi jika terjadi pembuahan sel indung telur perempuan oleh sperma pria. pembuahan hanya dapat terjadi jika hubungan intim dilakukan dengan adanya penetrasi penis ke dalam vagina. Air mani yang ditelan tidak menyebabkan kehamilan. Dari mulut, sperma akan turun menuju lambung dan perut kemudian dicerna di dalam tubuh bersama makanan yang lainnya. Tingkat keasaman perut akan menciptakan lingkungan yang tidak konsisten untuk sperma bisa bertahan hidup sehingga tidak mungkin menyebabkan kehamilan.

Sumber gambar : otomotifplus.wordpress.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY