Risiko Obat Membesarkan Payudara Pria

SehatFresh.com – Payudara pria tidak selamanya rata. Payudara pria juga bisa membesar. Kondisi ini disebut dengan ginekomastia. Ginekomastia adalah pertumbuhan abnormal jaringan kelenjar payudara pada pria dan berbeda dari penumpukan lemak. Kondisi ini dapat terjadi pada fase singkat selama masa bayi dan pubertas, dan juga pada pria paruh baya atau tua. Sejumlah obat bisa menimbulkan efek samping pembesaran payudara. Jika obat dihentikan dalam waktu satu tahun, kondisi dapat dipulihkan.

  • Hormon dan anti-androgen

Pria bisa mengalami ginekomastia dari obat ketika ada gangguan dalam keseimbangan estrogen dan androgen dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi ketika pria menerima terapi estrogen atau hormon pertumbuhan, atau ketika steroid anabolik disalahgunakan. Ketidakseimbangan ini juga dapat terjadi karena obat yang digunakan untuk memblokir androgen dalam pengobatan kanker prostat. Obat-obat lain seperti dutasteride dan finasteride, yang digunakan untuk memulihan pembesaran prostat, mengurangi produksi androgen dan menyebabkan pertumbuhan payudara.

  • Obat gastrointestinal

Obat umum yang digunakan untuk mengobati sakit maag dapat menyebabkan ginekomastia karena efek anti-androgen dari obat tersebut. Ini cenderung pada pasien yang mengambil cimetidine. Namun, jarang terjadi pada pasien yang mengambil ranitidin dan omeprazole.

  • Obat penenang dan obat perangsang CNS  (central nervous system)

Beberapa obat dapat menyebabkan peningkatan kadar prolaktin di otak, yang menyebabkan ginekomastia. Menurut sebuah artikel pada tahun 2006 yang dimuat dalam “Pharmacotherapy”, obat antipsikotik haloperidol dan risperidone memiliki efek samping ginekomastia. Methodone, yang digunakan untuk mengobati nyeri kronis, dapat menyebabkan peningkatan prolaktin sehingga bisa merangsang pertumbuhan payudara pada pria. Diazepam, yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan dan untuk obat penenang selama prosedur medis, juga dapat menyebabkan ginekomastia. Obat lain seperti alkohol, amfetamin, heroin dan ganja dapat menurunkan kadar testosteron dan menyebabkan pertumbuhan payudara pada pria.

  • Obat kardiovaskular

ACE inhibitors seperti kaptopril dan enalapril digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi diduga sedikit berisiko menyebabkan ginekomastia. Calcium channel blockers seperti nifedipine dan diltiazem, sering digunakan dalam pengobatan angina, tekanan darah, atau gangguan irama jantung, juga sedikit berpotensi menyebabkan pertumbuhan payudara pria.

  • Herbal

Dalam sebuah studi 2007 yang diterbitkan dalam “New England Journal of Medicine,” penggunaan sabun dan lotion topikal yang mengandung lavender dan tea tree oil, ditemukan dapat menyebabkan ginekomastia yang  sifatnya dapat dipulihkan pada anak laki-laki pra remaja.

  • Antibiotik

Beberapa antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi dapat menyebabkan ginekomastia, termasuk obat anti-jamur ketoconazole dan obat anti-tuberkulosis isoniazid. Metronizadole yang merupakan obat untuk infeksi kulit, tulang, sendi, otak dan sistem pencernaan juga dapat menyebabkan pertumbuhan payudara.

  • Terapi antiretroviral (ART)

Pria yang menjalani pengobatan HIV akan menerima terapi antiretroviral (ART). Pengobatan tersebut memang dapat menyembuhkan penyakit HIV. Namun, ada indikasi bahwa obat yang digunakan khususnya efavirenz, dapat menyebabkan payudara pria mengalami pembesaran.

Sumber gambar : SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY