Risiko Penyakit Akibat Ciuman dan Seks Oral

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ciuman sudah lumrah sebagai ekspresi rasa cinta terhadap orang tersayang. Pada dasarnya ciuman memang memberi manfaat kesehatan diantaranya mempererat hubungan secara emosional dan bahkan mengurangi stres karena merangsang pelepasan endorfin yang meningkatkan suasana hati. Begitu pula dengan seks oral. Pada pasangan yang aktif secara seksual (sudah menikah), seks oral juga akan membuat Anda lebih terhubung dengan pasangan dan menambah variasi dalam hubungan seksual. Namun, dibalik kesenangan dari ciuman dan seks oral, ada risiko penularan penyakit yang perlu diwaspadai.

Sebuah penelitian pernah melaporkan bahwa ciuman bibir 10 detik saja dapat menularkan 80 juta bakteri. Ditemukan bahwa pasangan yang sering berciuman memiliki jenis bakteri yang sama dalam air liurnya. Di sisi lain, persamaan bakteri dalam air liur ini diyakini baik untuk sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi pada dasarnya ada sejumlah jenis penyakit memang mudah menular lewat cairan tubuh, termasuk air liur. Contohnya hepatitis B, flu, herpes, cacar air, dan mononukleosis.

Begitu pula dengan seks oral, baik itu menjilat, menghisap atau mengulum alat kelamin pasangan. Terlebih bila pemberi atau penerima seks oral menderita penyakit tertentu. Risiko penularan pun semakin tinggi. Pasalnya, hampir semua mikroorganisme yang hidup di kelamin dapat pula hidup di dalam rongga mulut karena lingkungan rongga mulut cenderung hangat dan lembab, seperti area kelamin. Beberapa penyakit menular seksual yang dapat ditularkan melalui seks oral antara lain hepatitis B, gonore, HIV, klamidia, dan herpes genital.

Pada dasarnya, tak ada larangan untuk Anda berciuman ataupun melakukan oral seks bersama pasangan. Terlebih lagi kedua aktivitas tersebut juga bermanfaat bagi kehidupan seksual. Namun, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan guna meminimalisir penularan risiko penyakit dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Penting untuk senantiasa menjaga kebersihan mulut dan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan menjauhi kebiasaan yang merugikan kesehatan. Akan lebih aman pula bila menggunakan pengaman saat seks oral berupa kondom dan dental dam. Selain itu, setialah pada satu pasangan. Semakin sering gonta-ganti pasangan, risiko penularan penyakit pun semakin tinggi. Anda dan pasangan juga perlu memeriksakan kesehatan secara rutin sehingga bila ada penyakit dapat dideteksi dini. Setiap pasangan harus memastikan bahwa masing-masing pihak bebas dari penyakit menular seksual.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY