Risiko Penyakit Autoimun Terhadap Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Autoimun bisa dibilang sebagai penyakit yang ‘menjengkelkan’ bagi wanita. Lantas bolehkan penderita autoimun menjalani proses kehamilan? Meski kini pengidap autoimun diperbolehkan hamil, namun tetap saja berbagai resiko menghantui wanita tersebut.

Pengertian penyakit autoimun

Autoimun adalah salah satu penyakit yang dapat membahayakan tubuh seseorang, karena bisa berdampak buruk kepada sistem daya tahan tubuh. Sel-sel sehat bisa diserang oleh sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya tugas sistem ini memberikan perlindungan dari segala virus dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

Risiko penyakit autoimun pada kehamilan

Tidak dipungkiri jika banyak risiko kesehatan yang bisa muncul bagi wanita ketika menjalani proses kehamilan. Meski risiko tersebut dapat dihadapi dengan berbagai obat, namun tetap saja ibu hamil harus waspada. Oleh karena itu akan sangat baik bagi wanita apabila sebelum merencanakan kehamilan, memeriksakan  diri dahulu kepada dokter kandungan terkait kondisi kesehatan pribadi. Berikut ini beberapa resiko yang bisa muncul dari autoimun pada kehamilan.

  1. Sindrom antibodi antifosfolipid (aPL). Bagi ibu hamil yang menderita autoimun, kehamilan juga dapat memberikan risiko bagi janin. Risiko bagi ibu hamil seperti pembekuan darah, keguguran, hipertensi, hingga stroke. Sementara itu janin di dalam kandungan juga bisa terkena dampak negatif seperti pertumbuhan yang kurang, kelahiran prematur, hingga kematian. Ibu hamil dengan aPL harus menjalani pemeriksaan prapersalinan yang lebih sering, dibandingkan wanita normal.
  2. Tiroiditis Hashimoto. Penyakit ini bisa menyebabkan masalah tiroid pada ibu pasca melahirkan. Umumnya permasalahan ini tidak menetap, namun sering menyebabkan depresi ketika nifas.
  3. Wanita yang mengidap lupus ketika hamil perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko melahirkan bayi prematur. Terapi obat sangat diperlukan dalam masa kehamilan guna mengontrol penyakit lupus. Gejala bisa saja semakin memburuk ketika paruh kedua kehamilan, hingga ketika bayi telah lahir. Bayi yang menderita lupus umumnya mempunyai kulit memerah serta memiliki masalah pada jantungnya.
  4. Penyakit Grave. Penyakit grave bisa menyebabkan bayi lahir prematur serta berat rendah. Ibu juga bisa mengalami hipertensi ketika saat. Ibu perlu mengontrol tingkat hormon tirid selama masa kehamilan.
  5. Rheumatoid Artritis. Kondisi rematik ini biasanya terjadi ketika ibu sudah melahirkan.
  6. Wanita sebaiknya baru merencanakan kehamilan, setelah penyakit ini didiagnosis dengan baik oleh dokter. Terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter apabila ingin hamil, karena beberapa obat penyakit ini bisa mempengaruhi kesuburan pada wanita.
  7. Sklerosis Multipel. Seseorang dengan sclerosis multiple bisa mengalami masa kehamilan yang sulit, karena dipengaruhi kelemahan otot. Selain itu kesulitan mencapai kehamilan juga dipengaruhi oleh gangguan koordinasi gerak dan kelelalahan.
  8. Miastenia Gravis. Pada ibu hamil penyakit miastenia gravis dapat mengakibatkan masalah pada otot pernafasan.
  9. Sindrom Sjoegren. Umumnya pasien dengan sindrom ini juga mempunyai penyakit Autoimun lainnya seperti aPL dan lupus. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here