Risiko Persalinan Forceps untuk Bayi dan Ibu

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Forceps merupakan alat bantu untuk mengeluarkan bayi ketika persalinan secara normal sangat sulit. Forceps digunakan untuk mencapit kepala bayi yang masih di dalam rahim karena selama persalinan ibu tidak ada kemajuan walaupun sudah mengejan.

Dampak Menggunakan Forceps Saat Melahirkan

Dokter akan menggunakan forceps saat ibu bayi berada pada posisi salah, leher rahim melebar karena bayi tidak sanggup terdorong keluar, ibu sudah mengejan tapi persalinan tidak mendapati kemajuan, ibu memiliki masalah jantung, dan terjadinya gangguan detak jantung pada bayi.

Ada beberapa risiko yang bisa dialami bayi karena penggunaan forceps saat melahirkan, ialah sebagai berikut:

  1. Terjadi luka ringan di bagian wajah bayi karena adanya tekanan dari forceps.
  2. Bayi mengalami kejang karena adanya paksaan saat menggunakan forceps.
  3. Terjadi cedera di area luar mata bayi karena adanya tekanan saat penggunaan forceps.
  4. Bayi mengalami kelemahan pada otot-otot bagian wajah.
  5. Tengkorak bayi mengalami pendarahan.
  6. Tengkorak bayi mengalami keretakan.

Selain bayi, ibu juga berisiko mengalami beberapa hal karena adanya penggunaan forceps, sebagai berikut:

  1. Nyeri di area vagina dan anus setelah melahirkan. Jadi merasa kesulitan saat buang air kecil dan saat buang air besar.
  2. Terjadi kerusakan di area saluran kelamin sehingga membuat ibu mengeluh perih dan nyeri.
  3. Terjadi kerusakan atau luka di kandung kemih atau biasa disebut dengan uretra.
  4. Sangat sulit saat buang air kecil sehingga kandung kemih membengkak.
  5. Terjadinya inkontinensia dalam jangka pendek atau kondisi dimana seorang ibu kesulitan mengontrol kandung kemih atau kesulitan menahan buang air kecil.
  6. Ibu mengalami anemia, kekurangan sel darah merah, dan energi karena banyak kehilangan darah ketika melahirkan.
  7. Terjadinya rupture uterus atau dinding rahim sobek saat terjadi dorongan keras dari plasenta bayi pada perut ibu.
  8. Otot ligamen mengalami kelemahan karena area panggul mengalami prolapse dan jatuh dari posisi normal.

Sebaiknya persiapkan persalinan normal dengan berolahraga ringan yang khusus untuk ibu hamil sehingga dapat melahirkan dengan lancar. Perhatikan juga berat badan serta asupan makanan sehingga dapat melahirkan dengan lebih mudah. Apabila memang dirasa tidak bisa lahir normal karena pinggul terlalu kecil, menderita jantung, dan lain sebagainya segera konsultasikan dengan dokter.

Biasanya saat ibu mengalami kesulitan melahirkan normal dan penggunaan forceps sudah tidak bisa dilakukan, maka akan dilakukan operasi sesar untuk membantu kelahiran bayi. Terlebih begitu banyaknya dampak yang bisa terjadi karena pemakaian forceps saat melahirkan.

Demikian informasi mengenai risiko persalinan forceps untuk bayi dan ibu. Semoga bermanfaat bagi Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here