Risiko Terapi Hormon Testosteron Bagi Kesehatan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seperti yang diketahui jika hormon testosteron yang diidentikkan sebagai hormon laki-laki, memiliki pengaruh terhadap libido. Selain itu hormon testosteron juga memberikan pengaruh bagi ketahanan tingkat energi, pembentukan massa otot, hingga perubahan karakteristik seks sekunder pria.

Kadar hormon testosteron yang normal pada pria

Dirangkum dari berbagai sumber, normalnya kadar hormon testosteron pria berkisar antara 270-1070 ng/dL dengan kadar rata-rata 679 ng/dL. Namun ada pula sebagian pendapat yang mengatakan jika kadar hormon testosteron yang optimal berkisar antara 400-600 ng/dL. Di lain pihak pada pria yang memiliki usia lebih dari 65 tahun, kadar testosteron yang normal berkisar antara 300-450 ng/dL.

Pria akan mengalami perubahan hormon testosteron, sesuai tahapan usia masing-masing. Hormon testosteron akan mengalami peningkatan selama masa pubertas, sekaligus mencapai puncaknya ketika pria berumur sekitar 20 tahun. Namun setelah pria berumur 30 tahun ke atas, kadar hormon testosteron tersebut akan berkurang sekitar 1% setiap tahunnya.

Tanda-tanda penurunan kadar hormon testosteron pada pria

Situasi kekurangan hormon testosteron dapat diakibatkan oleh berbagai hal seperti cedera pada testis, infeksi, sindrom klinefelter, gagal ginjal kronis atau sirosis hati. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol atau stres, juga bisa menjadi penyebab situasi tersebut.

Menurunnya kadar hormon testosteron pada pria adalah kondisi alamiah yang bisa terjadi pada siapa pun. Saat kadar testosteron menurun, pria umumnya akan mengalami tanda-tanda yang berkaitan dengan fungsi seksual. Tanda-tanda tersebut seperti berkurangnya hasrat seksual, ketidaksuburan, hingga berkurangnya frekuensi ereksi. Selain itu ada pula ciri-ciri lainnya seperti:

  1. Pria mengalami kebotakan.
  2. Pria mendapati tulang menjadi lebih rapuh.
  3. Pria mendapati peningkatan lemak tubuh.
  4. Pria mengalami berkurangnya kekuatan otot.
  5. Pria mengalami sensasi terbakar
  6. Pria mengalami kelelahan yang meningkat.
  7. Pria mendapati timbulnya pembengkakan di bagian dada.

Dampak negatif menurunnya hormon testosteron

Menurunnya hormon testosteron tentu saja memberikan dampak buruk bagi pria. Dampak negatif yang bisa muncul antara lain terjadinya perubahan psikis, depresi, hingga timbulnya perasaan sedih. Pria sebagian juga bisa mengalami berkurangnya rasa percaya diri, penurunan motivasi, hingga kesulitan mengingat atau konsentrasi.

Terapi hormon testosteron agar tetap normal

Ahli medis sebagian menyarankan agar pria rajin memantau kadar hormon testosteron, setiap lima tahun sekali. Aktivitas ini bisa dimulai ketika pria telah menginjak usia 35 tahun. Apabila diketahui memiliki kadar hormon yang terlalu sedikit, maka pria akan disarankan untuk menjalani terapi hormon.

Dalam menjalani terapi hormon testosteron, terapis akan mengawasi kadar hormon secara ketat. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kadar hormon menjadi normal, sehingga tidak terlampau tinggi. Namun perlu diketahui bahwa terapi hormon testosteron, belum tentu bisa dilakukan oleh seluruh pria.

Pria yang telah diketahui mengidap kanker payudara, kanker prostat, penyakit hati, penyakit ginjal, atau penyakit jantung dianjurkan untuk tidak menjalani terapi ini. Hal tersebut karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit yang dideritanya. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here