Ruam Kulit Akibat Alergi

SehatFresh.com – Alergi adalah masalah kesehatan umum, terutama pada anak-anak. Gejala alergi yang paling umum adalah munculnya ruam pada kulit yang terkadang disertai rasa gatal. Secara umum, alergi yang menyebabkan ruam pada kulit tidak menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan tetapi hanya menimbulkan ketidaknyamanan. Anak-anak dapat mengembangkan ruam alergi karena sistem kekebalan tubuh mereka menjadi terlalu sensitif terhadap zat-zat tertentu, yang dikenal sebagai alergen.

Seseorang yang memiliki alergi memiliki protein khusus yang disebut antibodi IgE yang dirancang untuk mengikat alergen. Ketika protein ini mengikat alergen, protein tersebut memancarkan sinyal kimia yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan ruam. Karena sistem kekebalan tubuh anak-anak sangat sensitif, mereka lebih mungkin untuk menderita reaksi alergi. Namun, ruam yang ditimbulkan umumnya dapat diobati.

Ruam alergi biasanya disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai dermatitis akibat alergi kontak, yang menggambarkan peradangan yang disebabkan oleh iritasi atau alergi. Anak-anak mungkin alergi terhadap karet, lateks dan jenis kain atau pakaian tertentu. Anak-anak juga bisa alergi terhadap logam seperti nikel, kosmetik, beberapa jenis wewangian dan deterjen. Ruam karena alergi pada anak bisa juga merupakan efek samping dari penggunaan antibiotik tertentu, anestesi topikal atau obat lainnya.

Dermatitis akibat alergi kontak menyebabkan bagian yang terkena kulit menjadi merah, meradang dan gatal. Kulit umumnya akan nyeri ketika ditekan dan sedikit bengkak akibat peradangan. Kadang-kadang bagian kulit yang terkena akan terasa hangat saat disentuh karena peningkatan aliran darah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit termasuk ruam, vesikel dan lecet.

Menurut American Academy of Dermatology, ruam alergi ringan umumnya dapat diobati dengan antihistamin dan kortikosteroid topikal. Kedua perawatan bekerja untuk mengurangi reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan ruam. Ruam alergi yang lebih parah mungkin memerlukan kortikosteroid yang harus diambil secara oral atau disuntikkan ke daerah yang terkena.

Ruam pada kulit dapat muncul seketika atau baru beberapa hari kemudian muncul. Meski tidak nyaman, sebaiknya jangan menggaruk kulit. Garukan pada kulit yang ruam dapat menimbulkan infeksi serta bekas luka sehingga proses penyembuhannya bisa lebih lama. Bila mengalami ruam pada kulit, maka sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit. Dermatiris akibat alergi kontak dapat diidentifikasi oleh dokter kulit melalui identifikasi alergen dengan memeriksa pola ruam dan penyebarannya.

Sumber gambar : www.efektips.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY