Saat Hamil Menderita Endometriosis? Begini Penanganannya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sering kali nyeri pada saat haid dianggap sebagai hal yang biasa sehingga penanganan yang dilakukan pun lebih sering hanya di diamkan sampai nyerinya hilang sendiri atau hanya diberikan minyak kayu putih pada bagian perut. Namun, timbulnya nyeri pada saat haid tersebut bisa saja menjadi salah satu tanda timbulnya penyakit yang lebih serius. Salah satunya adalah endometriosis, ini adalah penyakit kronis yang terjadi karena darah menstruasi yang seharusnya keluar melalui vagina malah berbalik ke perut dan menggumpal yang dinamakan jaringan endometrium. Namun, endometriosis ternyata bukan hanya menimbulkan nyeri pada saat haid saja namun juga saat buang air atau bahkan saat melakukan hubungan seksual.

Menderita endometriosis dapat mempengaruhi fisik, mental, dan berpengaruh pada kualitas hidup seseorang. Untuk itu maka diperlukan tindakan penanganan untuk menganani enometriosis, berikut adalah beberapa penanganan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Terapi anti nyeri. Salah satu gejala yang timbul dari penyakit endometriosis adalah timbulnya rasa nyeri, maka penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan anti nyeri, atau untuk Anda yang lebih suka menggunakan cara alami dapat mengkonsumsi jamu pereda haid. Namun, hal ini dilakukan bukan untuk menghilangkan endometriosis di dalam tubuh namun, hanya untuk meredakan rasa nyeri yang timbul akibat endometriosis.
  • Terapi hormon. Pada penanganan jenis ini tubuh akan diinjeksi dengan hormon yang membuat seolah-olah tubuh sudah memasuki tahap menopause dan kehamilan palsu sehingga haid tidak akan terjadi dan gejalanya pun akan berkurang, pada teknik ini biasanya yang dilakukan adalah pemberian pil KB kombinasi, intrauterine system (IUS), analog hormon pelepas gonadotropin, suntikan hormon progesteron, danazol dan gestrinone. Penggunan teknik ini memang dapat mencegah efek yang terjadi karena endometriosis namun dibalik penggunaannya ada efek samping yang akan timbul seperi osteoporosis, kulit kering, sampai bagian vagina terasa kering.
  • Operasi pengangkatan jaringan endometriosis. Jaringan Endometriosis yang ada di tubuh akan mengganggu menempelnya janin ke rahim, gerak sperma, pematangan sel telur, dan juga mengubah struktur organ genital, maka salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan operasi. Ada dua jenis operasi yang dapat dilakukan yaitu operasi laparoskopi, yaitu pengangkatan jaringan yang mengganggu saja. Prosedur ini biasanya dilakukan pada mereka yang masih ingin memiliki anak. Namun jenis operasi yang kedua adalah pengangkatan seluruh rahim, serviks dan kedua ovarium juga biasanya diangkat untuk menghindari terjadinya endometriosis kembali diwaktu mendatang. Prosedur ini umumnya dilakukan pada mereka yang sudah tidak ingin memiliki anak.
  • Terapi Dienogest. Dienogest sendiri adalah progestin yang terlah diuji untuk terapu endometriosis. Melakukan terapi ini juga terbukti ampuh dalam mengobati endometrisosis dalam jangka panjang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY